Jakarta, Sinata.id - Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi minta maaf usai pernyataannya terkait evaluasi penempatan gerbong khusus perempuan pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Melalui akun resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul mengakui ucapannya kurang tepat.
Dia meminta maaf kepada masyarakat, khususnya korban dan keluarga terdampak.
“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat,” ujarnya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, Arifatul mengusulkan agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di tengah rangkaian kereta. Sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang.
Usulan itu disampaikan setelah melihat mayoritas korban dalam kecelakaan berada di gerbong terakhir yang merupakan gerbong khusus perempuan.
Namun, pernyataan tersebut memicu kritik dari publik. Karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan keselamatan dan justru berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi penumpang laki-laki.
Arifatul menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengesampingkan keselamatan siapa pun.
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh penumpang, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan prioritas utama pemerintah.
Selain itu, Kementerian PPPA memastikan akan memberikan pendampingan kepada para korban, termasuk dukungan psikologis bagi keluarga dan anak-anak yang kehilangan orang tua dalam tragedi tersebut.
Insiden kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam (27/4/2026).
KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, menyebabkan kerusakan parah terutama pada gerbong khusus perempuan.
Akibat kecelakaan tersebut, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 16 orang, seluruhnya perempuan.
Arifatul mengajak seluruh pihak untuk fokus pada penanganan korban, pemulihan, serta perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.