MENU
Menuju ADEXCO 2026, Bappenas Dorong RI Jadi Pusat Teknologi Kebencanaa...
WA FB
Nasional

Menuju ADEXCO 2026, Bappenas Dorong RI Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

T Editor : Tigor Munthe | 30 Apr 2026 | 09:56 WIB
Menuju ADEXCO 2026, Bappenas Dorong RI Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, dalam seminar nasional di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto: Ist)\n

Jakarta, Sinata.id - Menuju ADEXCO 2026, Kementerian PPN/Bappenas menegaskan ambisi besar Indonesia untuk menjadi penyedia teknologi kebencanaan global. 

Hal ini disampaikan Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, dalam seminar nasional di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut Febrian, posisi Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana harus diubah menjadi kekuatan strategis nasional. Ia menilai, selama ini Indonesia masih terjebak dalam siklus ketergantungan teknologi.

“Kita hidup di atas cincin api, berada di jalur gempa, dan menghadapi berbagai ancaman seperti banjir, longsor, hingga perubahan iklim. Kalau terus membeli teknologi saat bencana terjadi, kita akan tetap berada dalam posisi rentan dan bergantung,” ujarnya dikutip Kamis (30/4/2026).

Ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta dan penyedia solusi kebencanaan.

Dengan kompleksitas risiko yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki “laboratorium alam” terbesar untuk mengembangkan inovasi di bidang tersebut.

Febrian optimistis, jika dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mampu menjadi pusat produksi dan ekspor teknologi kebencanaan dunia.

Hal ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menyebut industrialisasi dan hilirisasi teknologi kebencanaan menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kita harus mampu mandiri dalam inovasi teknologi kebencanaan, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi setiap ancaman bencana,” ujarnya.

Direktur Operasional ADEXCO 2026, Andrian Cader, menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, dan inovator, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia menekankan pentingnya integrasi antara riset dan industri, serta memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan masuk ke pasar dan diproduksi secara massal.

ADEXCO sendiri merupakan platform internasional yang mendorong kolaborasi global di bidang manajemen bencana dan perlindungan sipil.

Puncak acara akan digelar pada 9–12 September 2026 melalui pameran dan konferensi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.