MENU
Mimpi Kerja Bergaji Tinggi Berakhir di Kandang Scam, 249 WNI Dipulangk...
WA FB
News

Mimpi Kerja Bergaji Tinggi Berakhir di Kandang Scam, 249 WNI Dipulangkan dari Kamboja

R Editor : Redaksi Sinata | 09 Feb 2026 | 19:24 WIB
Mimpi Kerja Bergaji Tinggi Berakhir di Kandang Scam, 249 WNI Dipulangkan dari Kamboja
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Impian hidup lebih layak justru berubah menjadi mimpi buruk. Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang tergiur tawaran kerja bergaji tinggi di luar negeri akhirnya pulang ke Tanah Air dengan status korban. Mereka bukan karyawan, melainkan “mesin” penipuan daring di balik jaringan scam lintas negara.

Sepanjang Januari 2026, Bareskrim Polri memulangkan 249 WNI bermasalah dari Kamboja. Mereka direkrut secara ilegal, diberangkatkan dengan visa turis, lalu dipaksa bekerja dalam ekosistem kejahatan siber yang terorganisir.

Direktur Tindak Pidana PPA dan TPPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, mengungkapkan pemulangan dilakukan dalam dua tahap melalui sejumlah penerbangan pada rentang 22 hingga 31 Januari 2026.

“Sebanyak 249 WNI telah dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi sehat,” ujar Nurul, Senin (9/2/2026).

Dua Gelombang Pemulangan

Pemulangan dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama diberangkatkan pada 22 Januari 2026 dengan satu penerbangan membawa 91 orang.
Gelombang kedua menyusul lewat tiga penerbangan: 91 orang pada 30 Januari pagi, 36 orang pada malam hari, dan 31 orang pada 31 Januari 2026.

Di balik angka itu, tersimpan pola perekrutan yang nyaris seragam: sesama WNI merekrut WNI lain. Lowongan palsu disebar lewat grup pencari kerja dan media sosial seperti Facebook serta Telegram. Iming-imingnya beragam—operator e-commerce, customer service, pelayan restoran, hingga judi online—dengan janji gaji Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Berangkat sebagai Turis, Bekerja sebagai Target

Menurut Nurul, tiket pesawat disiapkan langsung oleh perekrut. Para korban hanya tinggal berangkat melalui rute berlapis, seperti Medan–Batam–Singapura–Kamboja, Jakarta–Singapura–Kamboja, atau Batam–Malaysia–Kamboja, menggunakan visa wisata.

“Sesampainya di sana, mereka ditempatkan di perusahaan yang menjalankan penipuan daring,” kata Nurul.

Jam kerja bisa mencapai 14 sampai 18 jam sehari, lengkap dengan target tertentu. Makan dan tempat tinggal memang disediakan, namun para pekerja tidak bebas keluar gedung karena pengamanan ketat. Sebagian telah terjebak selama dua bulan hingga satu setengah tahun.

Ironisnya, tidak semua menerima upah. Ada yang hanya dibayar tunai tanpa kejelasan, bahkan ada yang tak pernah menerima gaji sama sekali.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.