MENU
Minta Uang Rp500 Ribu, Sekelompok Preman Habisi Pemilik Hajatan di Pur...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Minta Uang Rp500 Ribu, Sekelompok Preman Habisi Pemilik Hajatan di Purwakarta

J Editor : Jansen Siahaan | 05 Apr 2026 | 13:53 WIB
Minta Uang Rp500 Ribu, Sekelompok Preman Habisi Pemilik Hajatan di Purwakarta
Olah TKP kasus pembunuhan di Purwakarta oleh Satreskrim Polres Purwakarta. (polrespurwakarta)

Purwakarta, Sinata.id — Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria bernama Dadang (58) terjadi saat acara pernikahan putrinya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026) sore.

Insiden tersebut diduga dipicu permintaan uang oleh sekelompok preman dalam kondisi mabuk.

Adik korban, Wahyu Rabbani, mengungkapkan bahwa para pelaku awalnya datang dan meminta uang kepada korban. Dadang sempat memberikan Rp100 ribu, namun para pelaku kembali meminta tambahan uang sebesar Rp500 ribu.

“Awalnya mereka meminta uang seperti memalak. Sudah diberi, tetapi mereka kembali meminta lebih banyak. Karena tidak dipenuhi, terjadilah pengeroyokan,” ujar Wahyu, Minggu (5/4/2026).

Wahyu memperkirakan jumlah pelaku sekitar 10 orang. Akibat kejadian tersebut, Dadang meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan senjata tajam.

Sepupu korban, Asep Prabani, mengaku tidak menyangka kedatangannya dari Kota Batam untuk menghadiri pernikahan justru berujung duka.

Ia menjelaskan, saat tiba di lokasi, prosesi akad nikah sedang berlangsung. Karena lelah, ia sempat beristirahat di masjid dekat lokasi acara.

“Menjelang waktu Asar, terdengar suara gaduh dan teriakan. Saya kira sedang acara saweran, ternyata terjadi pengeroyokan,” ujarnya.

Asep menambahkan, korban diduga dipukul menggunakan benda tumpul, seperti bambu, hingga tidak sadarkan diri.

“Kami sangat terpukul. Korban dikenal sebagai sosok yang baik dan sedang berbahagia menikahkan anaknya,” tambahnya.

Salah satu pelaku Kendi Renaldi (34) telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat.

Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menyatakan bahwa tim Reserse Kriminal terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang belum tertangkap.

“Tim masih memburu pelaku lainnya. Kami berharap dalam waktu dekat mereka dapat segera diamankan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, memastikan bahwa para pelaku telah teridentifikasi.

“Pelaku sudah kami identifikasi dan saat ini masih dalam proses pengejaran,” katanya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar. Selain itu, visum serta autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.