MENU
Mirip Strategi Perang Ukraina, Bandar Narkoba Medan Pantau Polisi Paka...
WA FB
News

Mirip Strategi Perang Ukraina, Bandar Narkoba Medan Pantau Polisi Pakai Drone dan Jebakan Berlistrik

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Dec 2025 | 20:30 WIB
Mirip Strategi Perang Ukraina, Bandar Narkoba Medan Pantau Polisi Pakai Drone dan Jebakan Berlistrik
Sarang narkoba di Medan dijaga drone dan pagar berlistrik, mirip strategi perang Ukraina. Polrestabes Medan membongkar 24 kasus dalam operasi 72 hari dan mengamankan puluhan tersangka. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id - Jika di medan perang Ukraina drone digunakan untuk mengintai dan menyerang musuh, di Medan teknologi serupa justru dipakai bandar narkoba untuk menjaga wilayah haramnya. Bedanya, yang satu berhadapan dengan militer, sementara yang lain harus berhadapan dengan Polrestabes Medan. Dan hasil akhirnya tetap sama, taktik canggih tumbang, hukum tetap menang.

Di Kota Medan, sarang-sarang narkoba kini tak lagi dijaga sekadar pintu dan penjaga malam.

Drone beterbangan di atas barak, pagar besi dialiri listrik, dan komunikasi dilakukan berlapis.

Namun, selama 72 hari operasi, polisi membuktikan bahwa strategi ala zona perang itu tak cukup untuk menyelamatkan para pelaku dari penindakan tegas aparat.

Total 24 kasus diungkap, 34 orang diamankan, dan puluhan sarang narkoba diratakan dalam operasi yang digelar sejak awal Oktober hingga pertengahan Desember 2025.

Pengungkapan tersebut dipaparkan secara terbuka dalam konferensi pers di Markas Polrestabes Medan, Sabtu siang (20/12/2025).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak memimpin langsung pemaparan hasil operasi, didampingi jajaran pejabat utama kepolisian serta perwakilan Bea dan Cukai.

Puluhan jurnalis memadati ruangan, mencatat satu per satu detail yang terdengar lebih mirip laporan medan tempur ketimbang penggerebekan kriminal biasa.

“Selama 72 hari terakhir, kami melakukan penindakan intensif terhadap barak narkoba, loket transaksi, hingga tempat hiburan malam. Total ada 24 kasus dan 34 tersangka yang berhasil kami amankan,” ujar Calvijn.

Sasaran operasi tidak hanya pemain lama, tetapi juga lokasi-lokasi yang selama ini dianggap “kebal hukum”.

Dari barak terpencil hingga ruko yang disulap jadi loket sabu, bahkan tempat hiburan malam yang seolah berkilau di depan namun gelap di belakang.

Yang menarik, para bandar tak lagi sekadar mengandalkan penjaga manusia.

Polisi menemukan pola baru: penggunaan handy talkie berlapis, pagar kawat berduri beraliran listrik, hingga drone yang difungsikan sebagai mata-mata udara.

“Ini sudah sangat membahayakan. Pagar-pagar itu dialiri listrik aktif. Saya tegaskan, praktik seperti ini tidak boleh terulang lagi,” kata Calvijn, menekankan risiko serius terhadap keselamatan petugas.

Beberapa penggerebekan bahkan diwarnai perlawanan terbuka.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.