MENU
MPR Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Dinonaktif...
WA FB
Nasional

MPR Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Dinonaktifkan

T Editor : Tigor Munthe | 12 May 2026 | 15:35 WIB
MPR Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Dinonaktifkan
Salah satu anggota dewan juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat. (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, Sinata.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial.

Dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026), MPR mengakui adanya kelalaian dewan juri yang memicu kontroversi dalam pelaksanaan lomba tersebut.

“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi MPR.

Sebagai tindak lanjut, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI memutuskan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keputusan itu diambil setelah ramai sorotan publik terhadap proses penilaian salah satu sesi lomba yang dinilai tidak konsisten dan memicu protes peserta.

Selain menonaktifkan pihak terkait, MPR juga berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan LCC 4 Pilar.

Evaluasi tersebut meliputi mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan agar ke depan kegiatan dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis MPR.

MPR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan melalui kegiatan tersebut.

Menurut MPR, berbagai masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang edukatif dan berintegritas.

Polemik LCC 4 Pilar sebelumnya viral di media sosial X setelah muncul perdebatan terkait penilaian jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak yang dianggap benar oleh warganet namun dinilai salah oleh dewan juri. Situasi tersebut memicu gelombang kritik publik hingga desakan evaluasi terhadap penyelenggaraan lomba. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.