MENU
Muktamar NU 2026 Semakin Dekat, Sejumlah Nama Masuk Bursa Ketum PBNU
WA FB
Nasional

Muktamar NU 2026 Semakin Dekat, Sejumlah Nama Masuk Bursa Ketum PBNU

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Jun 2026 | 10:10 WIB
Muktamar NU 2026 Semakin Dekat, Sejumlah Nama Masuk Bursa Ketum PBNU
Logo Nahdlatul Ulama. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35  yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Sejumlah nama kiai dan gus disebut-sebut berpotensi maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU. Nama-nama tersebut diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib atau Gus Salam, yang juga merupakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syansuri.

Gus Salam mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, sejumlah tokoh tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU mendatang.

Ia menyebut dirinya termasuk salah satu nama yang berpotensi maju. Selain itu, terdapat Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Zulfa Musthofa yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Jabatan (Pj) Ketua Umum PBNU, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, serta Ketua Umum PBNU saat ini, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

"Ada Cak Imin, Gus Yahya, Kiai Zulfa, dan Gus Yusuf. Nama-nama itu yang saat ini banyak diperbincangkan," kata Gus Salam, Sabtu (6/6/2026).

Selain nama-nama tersebut, muncul pula spekulasi mengenai figur dari kalangan kabinet pemerintahan yang berpotensi maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Salam, peluang tersebut masih terbuka meski belum terlihat secara jelas. Ia mencontohkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.

Namun, berdasarkan komunikasi yang pernah dilakukan, Gus Salam menilai Gus Irfan belum menunjukkan ketertarikan untuk ikut dalam kontestasi tersebut.

"Yang masih menjadi tanda tanya adalah Menteri Agama. Kalau Menteri Haji, saat saya bertemu beliau, kesannya tidak berminat ke arah sana. Beliau juga belum pernah terjun langsung di NU dan lebih banyak berkiprah di Partai Gerindra," ujarnya.

Gus Salam mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh yang disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, termasuk Cak Imin yang merupakan keponakannya, Gus Yahya, hingga Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.