MENU
Musa Rajekshah Minta Maskapai yang Delay Dikenakan Denda Progresif
WA FB
Nasional

Musa Rajekshah Minta Maskapai yang Delay Dikenakan Denda Progresif

G Editor : Gunawan Purba | 22 Feb 2026 | 15:50 WIB
Musa Rajekshah Minta Maskapai yang Delay Dikenakan Denda Progresif
Musa Rajekshah

Yogyakarta, Sinata.id - Musa Rajekshah meminta penerapan sanksi tegas bagi maskapai penerbangan yang kerap mengalami keterlambatan (delay) hingga berjam-jam lamanya.

Anggota Komisi V DPR RI itu menilai, praktik delay yang berulang dan merugikan penumpang tak bisa lagi dipandang sebagai hal lumrah dalam layanan transportasi udara.

Pernyataan tersebut disampaikan Ijeck, demikian ia sering disapa, saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan pentingnya langkah konkret dari Kementerian Perhubungan untuk memberikan efek jera kepada maskapai yang tidak disiplin terhadap jadwal keberangkatan.

Menurutnya, skema denda progresif layak dipertimbangkan. Setiap tambahan waktu keterlambatan, baik 30 menit, 60 menit, dan seterusnya, agar dikenakan nominal sanksi yang berbeda dan meningkat.

“Harus ada teguran keras. Kenapa tidak diberlakukan denda bagi maskapai yang delay? Misalnya setiap 30 menit atau 60 menit ada besaran dendanya,” ujarnya.

Ijeck berpandangan, sanksi finansial yang terukur akan mendorong maskapai lebih serius membenahi manajemen operasional.

Dengan adanya konsekuensi yang jelas, maskapai diharapkan meningkatkan kedisiplinan dalam mengatur jadwal serta meminimalkan gangguan teknis.

Selain aspek manajerial, Musa juga mengingatkan pentingnya kesiapan armada dan perawatan pesawat sesuai standar.

Ia menilai, persoalan teknis seharusnya dapat diantisipasi sejak awal agar tidak berujung pada penundaan yang merugikan penumpang.

Bagi Musa, layanan transportasi udara menyangkut kepentingan publik yang luas. Karena itu, regulasi yang tegas diperlukan agar maskapai tidak mudah melakukan penundaan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Perlu ada punishment yang tegas agar maskapai penerbangan lebih disiplin lagi dan tidak mudah delay,” tegas politisi Partai Golkar tersebut. (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.