MENU
Musala Ambruk Saat Santri Sedang Sujud? Keluarga Korban Al Khoziny Ikh...
WA FB
News

Musala Ambruk Saat Santri Sedang Sujud? Keluarga Korban Al Khoziny Ikhlas

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Oct 2025 | 17:44 WIB
Musala Ambruk Saat Santri Sedang Sujud? Keluarga Korban Al Khoziny Ikhlas
Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk diduga saat ratusan santri sedang sujud. Hingga hari kelima evakuasi, 9 korban meninggal ditemukan. (Ist)

Sinata.id – Tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Musala berlantai empat yang baru saja selesai dibangun ambruk seketika pada Senin sore (29/9/2025), tepat saat ratusan santri tengah menunaikan salat Asar berjemaah.

Deru cor-coran beton diduga runtuh bersamaan dengan lantunan doa para santri yang khusyuk bersujud. Dalam sekejap, suasana sakral berubah menjadi kepanikan dan jeritan minta tolong. Hingga Jumat (3/10/2025), tim SAR gabungan menemukan total sembilan jenazah, salah satunya dalam posisi masih sujud di bawah reruntuhan.

Jasad Ditemukan dalam Posisi Sujud

Salah satu kisah paling menggetarkan adalah ditemukannya jasad Rafi Catur Okta Mulya (17). Santri muda itu dievakuasi dari zona A1 dekat pintu masuk musala. Saat ditemukan, tubuhnya sudah tak bernyawa, terhimpit beton, namun masih dalam posisi sujud.

“Korban ditemukan meninggal dengan posisi sujud, berdekatan dengan seorang santri lain yang berhasil selamat,” ujar Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo.

Santri yang selamat itu adalah Syahlendra Haical (13). Ia dievakuasi setelah jasad Rafi berhasil dikeluarkan lebih dulu. Haical masih bisa bernapas, meski tubuhnya penuh luka akibat terjepit puing.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Hingga hari kelima, jumlah korban meninggal dunia mencapai sembilan orang. Data BNPB mencatat total 166 orang terdampak tragedi ini, 14 masih dirawat di rumah sakit, 89 sudah diperbolehkan pulang, dan 54 santri masih dalam pencarian.

“Penemuan korban terus bertambah. Hingga saat ini total sembilan santri meninggal dunia sejak hari pertama kejadian,” ungkap Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari.

Evakuasi difokuskan di area musala dan tempat wudhu yang tertimbun beton tebal. Dua korban tambahan bahkan ditemukan di lokasi wudhu pada Jumat siang.

Tim SAR Bekerja Siang-Malam, Keluarga Ikhlas

Lebih dari 400 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dan berbagai unsur masyarakat masih berjibaku di lapangan. Pencarian dilakukan 24 jam bergantian, dibantu alat berat, crane, hingga perangkat deteksi modern.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan, fokus pencarian kini adalah mengangkat jenazah dengan aman, karena hasil pemeriksaan tidak lagi menunjukkan adanya tanda-tanda korban selamat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.