Partai berlambang mercy itu menilai, penyebaran narasi ijazah palsu yang dikaitkan dengan tokoh tertentu berpotensi memicu keresahan dan kegaduhan politik di tengah masyarakat.
Melalui somasi tersebut, Demokrat meminta pemilik akun untuk segera menghapus video, menyampaikan klarifikasi, serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media massa.
Adapun video yang dipersoalkan diunggah pada 30 Desember 2025.
Konten tersebut menarasikan bahwa isu ijazah palsu Jokowi merupakan bagian dari skenario politik tertentu dengan menyebut nama SBY dan sejumlah tokoh lainnya, tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga kini, polemik ijazah palsu, Jokowi, dan tudingan ijazah palsu Jokowi masih terus bergulir. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.