Jakarta, Sinata.id – Para ilmuwan mengungkap fakta menarik mengenai perubahan rotasi Bumi yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia.
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah keberadaan Bendungan Three Gorges atau Bendungan Tiga Ngarai di China, proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia.
Menurut penjelasan ilmuwan dari NASA, bendungan tersebut mampu menampung sekitar 40 kilometer kubik air atau setara 40 miliar ton air. Massa air dalam jumlah sangat besar itu menyebabkan perubahan distribusi massa Bumi yang berdampak pada kecepatan rotasi planet.
Bendungan Raksasa China Pengaruhi Rotasi Bumi
Ahli geofisika NASA, Benjamin Fong Chao, menjelaskan bahwa akumulasi air dalam jumlah besar pada satu lokasi dapat memengaruhi momentum sudut (angular momentum) Bumi.
Prinsipnya mirip dengan atlet seluncur es yang berputar. Saat tangan direntangkan, putaran menjadi lebih lambat. Sebaliknya, ketika tangan dirapatkan ke tubuh, putaran akan semakin cepat.
Dalam kasus Bendungan Three Gorges, miliaran ton air yang tertampung pada ketinggian sekitar 175 meter di atas permukaan laut membuat distribusi massa Bumi berubah. Akibatnya, rotasi Bumi melambat meskipun dalam skala yang sangat kecil.
Dampak yang Terdeteksi Secara Ilmiah
Berdasarkan perhitungan NASA, dampak bendungan tersebut meliputi:
Panjang satu hari bertambah sekitar 0,06 mikrodetik.
Posisi poros Bumi bergeser sekitar 2 sentimeter.
Bentuk Bumi menjadi sedikit lebih menggembung di wilayah ekuator dan lebih rata di daerah kutub.
Meski tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, perubahan sekecil ini penting bagi sistem navigasi modern, pengukuran waktu global, dan akurasi satelit.
Perubahan Iklim Juga Memperlambat Rotasi Bumi
Selain proyek infrastruktur besar, penelitian terbaru dari tim ilmuwan University of Vienna dan ETH Zurich menunjukkan bahwa perubahan iklim turut memengaruhi kecepatan rotasi Bumi.
Pencairan es di kutub akibat pemanasan global menyebabkan perpindahan massa dalam jumlah besar ke lautan. Air yang sebelumnya terkunci dalam lapisan es kini menyebar ke berbagai wilayah dunia, terutama di sekitar garis khatulistiwa.
Fenomena ini mengubah distribusi massa planet dan memperlambat rotasi Bumi secara bertahap.
Hari di Bumi Bertambah Panjang
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.