MENU
Nasib Pilu Poliman Lumbantobing, Dapati Istri dan Tiga Anaknya Tanpa N...
WA FB
News

Nasib Pilu Poliman Lumbantobing, Dapati Istri dan Tiga Anaknya Tanpa Nafas Akibat Bencana Longsor

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Nov 2025 | 17:10 WIB
Nasib Pilu Poliman Lumbantobing, Dapati Istri dan Tiga Anaknya Tanpa Nafas Akibat Bencana Longsor
Empat anggota keluarga Poliman Lumbantobing ditemukan tewas tertimbun longsor di Desa Mardame, Tapanuli Tengah, Selasa (25/11/2025) pagi. (Ist)

Sinata.id - Empat anggota keluarga Poliman Lumbantobing ditemukan tewas tertimbun longsor di Desa Mardame, Tapanuli Tengah, Selasa (25/11/2025) pagi, setelah hujan deras semalaman memicu runtuhan bukit yang meratakan rumah mereka dan menghancurkan pemukiman di sekitarnya.

Hujan deras yang turun sepanjang malam membawa bencana besar ke Desa Mardame.

Tetapi di balik deru air bah dan tanah runtuh, ada cerita yang jauh lebih memilukan, cerita tentang empat anak kecil dan seorang ibu yang tak sempat menyelamatkan diri.

Rumah keluarga Poliman Lumbantobing menjadi titik duka terdalam di Dusun 1.

Dinding yang dulu berdiri kokoh kini terhuyung, atapnya runtuh, dan lantainya terkubur lumpur.

Di balik tumpukan tanah itu, warga menemukan apa yang bagi banyak orang adalah ketakutan terbesar, yakni seluruh penghuni rumah, kecuali sang ayah, telah tiada.

Saat warga mendobrak pintu yang tertimbun tanah, tubuh Dewi Hutabarat (33) ditemukan paling dekat dengan kamar anak-anak.

Seolah ia sedang berusaha membawa ketiga buah hatinya keluar sebelum dinding rumah roboh.

Tak satu pun kata yang bisa menggambarkan hening yang menyelimuti warga ketika tubuh sang ibu rumah tangga itu diangkat perlahan dari balik reruntuhan.

Tio Arta Rouli Lumbantobing, anak sulung, dikenal pemalu dan selalu bersembunyi di belakang ibunya, turut menjadi korban dalam peristiwa ini.

Tubuh kecilnya ditemukan tak jauh dari sang ibu, seolah ia mencoba mengikuti langkah Dewi ketika tanah mulai merayap masuk ke rumah.

Tio tidak sempat kembali ke sekolah yang ia cintai.

Vania Aurora Lumbantobing, si kecil lincah yang selalu bermain tanah di halaman rumah, ironisnya justru dipeluk oleh tanah yang merenggut nyawanya.

Ia ditemukan dalam posisi meringkuk di sudut rumah.

Warga yang mengenalnya tak mampu menahan air mata ketika mengangkat jasad yang masih mengenakan pakaian tidurnya.

Si bungsu Ilona Lumbantobing, yang baru tiga tahun, menjadi simbol kehilangan paling memilukan.

Ia baru belajar menyebut namanya dengan benar beberapa minggu terakhir.

Suaranya, yang sering memanggil ibunya dengan logat cadel, kini tinggal kenangan bagi keluarga.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.