Sinata.id - Gelombang kritik publik menyeruak setelah rincian bantuan Kementan (Kementerian Pertanian) beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti adanya angka-angka yang dianggap tak masuk akal, hingga memicu dugaan kejanggalan dalam perhitungan total anggaran bantuan yang disebut mencapai sekitar Rp73 miliar.
Sorotan paling tajam datang dari rincian harga beras. Warganet menelusuri tabel bantuan tersebut dan melakukan perhitungan mandiri.
Hasilnya mengejutkan, harga satu paket beras dinilai jauh melampaui kewajaran pasar.
Bahkan, dalam hitungan netizen, paket beras seberat total 15 kilogram disebut bernilai hingga ratusan ribu rupiah, angka yang dinilai lebih mahal dari praktik tengkulak lapangan.
Tak berhenti di situ, perhatian publik juga tertuju pada pos bertajuk “lain-lain” yang tercantum sebanyak ribuan dus dengan nilai mencapai Rp6,8 miliar.
Artinya, satu dus disetarakan dengan nilai jutaan rupiah. Warganet pun mempertanyakan substansi bantuan tersebut. “Isinya apa sampai satu dus bernilai jutaan?” tulis sejumlah komentar bernada skeptis di linimasa, dikutip Kamis (11/12/2025).
Di tengah derasnya sorotan publik, Kementerian Pertanian akhirnya angkat bicara.
Kementerian Pertanian akhirnya merespons gelombang sorotan publik terkait data bantuan bagi korban bencana di wilayah Sumatera yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Dokumen awal rincian bantuan yang beredar luas memicu tafsir beragam di tengah masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah anggapan bahwa harga beras bantuan bencana mencapai Rp60 ribu per kilogram.
Angka tersebut sontak mengundang reaksi dan memantik diskusi publik soal transparansi penyaluran bantuan.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah justru menyampaikan apresiasi atas sikap kritis masyarakat.
Pengawasan publik dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kejelasan data serta akuntabilitas pendistribusian bantuan.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan data yang memicu kesalahpahaman di ruang publik.
Ia menegaskan, koreksi dari masyarakat menjadi masukan penting bagi perbaikan internal.
“Kami berterima kasih kepada warganet yang ikut mengawal. Hingga saat ini, bantuan beras pemerintah yang telah disalurkan mencapai sekitar 1.200 ton dengan nilai kurang lebih Rp16 miliar,” ujar Arief, dikutip Kamis (11/12/2025).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.