“Sudah ada SOP ketika terjadi konflik atau kondisi darurat di suatu negara. WNI selalu diminta berkoordinasi dengan KBRI, termasuk jika sewaktu-waktu diperlukan proses evakuasi,” jelasnya.
Lebih jauh, Syahrul menilai konflik tersebut dapat menjadi pelajaran strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional. Ia mencontohkan Iran yang tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.
“Iran sudah lama diembargo, tetapi tetap mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mengembangkan teknologi pertahanan yang cukup mengejutkan dunia,” katanya.
Menurut Syahrul, ada tiga sektor utama yang harus dikuasai sebuah negara agar memiliki kekuatan nasional yang kuat, yakni ketahanan pangan, produksi obat-obatan, serta industri pertahanan.
“Jika sebuah negara mampu memproduksi pangan, obat-obatan, dan persenjataan secara mandiri, maka negara tersebut akan memiliki kekuatan yang kokoh,” tegasnya.(A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.