Jakarta, Sinata.id – Empat personel Oditur Militer II-07 Jakarta mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Selasa (12/5/2026), di tengah rencana pembesukan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang masih menjalani perawatan intensif akibat serangan cairan kimia diduga air keras.
Pantauan di lokasi, keempat oditur militer tersebut tiba di lobi Gedung Kencana RSCM sekitar pukul 09.51 WIB dengan mengenakan seragam Pakaian Dinas Luar (PDL) TNI berwarna sage green dan masker putih.
Mereka adalah Letkol Chk Muhammad Iswadi, Letkol Chk Upen Jaya Supena, Kapten Chk Citra Dewi Manurung, dan Mayor Chk Wasinton Marpaung.
Hingga sekitar pukul 10.30 WIB, belum diketahui secara pasti maksud dan tujuan kedatangan mereka di RSCM.
Oditurat Militer Akui Akan Jenguk Andrie
Sebelumnya, Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, membenarkan adanya rencana stafnya untuk membesuk Andrie Yunus.
Namun, ia menegaskan pembesukan dilakukan apabila kondisi memungkinkan dan mendapat izin dari pihak rumah sakit.
“Staf saya sudah dalam perjalanan ke RSCM,” ujar Kolonel Andri saat dikonfirmasi, Selasa pagi.
Dalam sistem hukum Indonesia, oditur militer memiliki kewenangan sebagai penuntut umum dalam lingkungan peradilan militer.
Kuasa Hukum Tegaskan Andrie Menolak Bertemu
Rencana pembesukan tersebut mendapat penolakan dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie Yunus.
Perwakilan TAUD, Airlangga Julio, mengatakan kliennya tidak bersedia menerima kunjungan dari pihak TNI.
“Kami akan menyampaikan bahwa Andrie Yunus tidak berkenan untuk bertemu. Jika korban tidak bersedia, maka tidak bisa dipaksakan,” ujar Airlangga di RSCM.
Ia menegaskan penolakan tersebut merupakan hak pasien yang saat ini masih menjalani pemulihan intensif.
Kondisi Andrie Yunus Stabil
Pihak RSCM menyatakan kondisi Andrie Yunus saat ini stabil dan terus menunjukkan perkembangan positif.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan Andrie masih menjalani perawatan akibat luka bakar kimia pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.
“Secara umum kondisi pasien stabil dan menunjukkan perkembangan yang baik,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.