Kontras ini memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa negara begitu dermawan kepada investor asing, sementara efisiensi belanja publik di dalam negeri masih dipertanyakan? Taruhan Besar Pemerintah Langkah ini jelas bukan kebijakan biasa—ini adalah taruhan besar. Jika berhasil, Indonesia bisa naik kelas menjadi pemain penting dalam peta keuangan global.
Jika gagal, risiko kehilangan penerimaan pajak dan reputasi justru membayangi.
Kuncinya ada pada desain kebijakan: apakah insentif ini benar-benar mendorong investasi produktif, atau sekadar menarik dana “singgah” tanpa dampak jangka panjang?
Pada akhirnya, keberhasilan IFC Bali tidak ditentukan oleh tarif pajak 0 persen—tetapi oleh seberapa kuat Indonesia membangun sistem yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.