MENU
Pakar Nilai Pola Bicara Bisa Mengungkap Rasa Tidak Percaya Diri
WA FB
Berita

Pakar Nilai Pola Bicara Bisa Mengungkap Rasa Tidak Percaya Diri

T Editor : Tumpal Pandapotan | 06 Feb 2026 | 20:18 WIB
Pakar Nilai Pola Bicara Bisa Mengungkap Rasa Tidak Percaya Diri
Ilustrasi. foto: pexels

Jakarta, Sinata.id – Rasa tidak percaya diri merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, perasaan tersebut dapat berdampak negatif terhadap kehidupan pribadi, termasuk menghambat peluang meraih kebahagiaan, hubungan sosial, dan kesuksesan.

Sejumlah pakar menilai bahwa ketidakpercayaan diri kerap berakar pada rasa takut, seperti takut gagal, takut ditolak, atau takut dinilai orang lain. Ketakutan tersebut kemudian membentuk pola pikir negatif yang membuat seseorang meragukan kemampuannya sendiri dan enggan melangkah maju.

Mengutip laman YourTango, terdapat sejumlah kalimat yang sering diucapkan oleh orang dengan tingkat kepercayaan diri rendah. Kalimat-kalimat ini mencerminkan cara seseorang memandang dirinya sendiri sekaligus menunjukkan hambatan psikologis yang dihadapi.

Salah satu kalimat yang kerap muncul adalah anggapan bahwa dirinya buruk dalam melakukan sesuatu. Pola pikir ini membuat seseorang merasa tidak mampu menghadapi tantangan dan kehilangan keyakinan terhadap kompetensinya sendiri. Dalam situasi sulit, kalimat tersebut menjadi bentuk penilaian diri yang merendahkan sebelum orang lain melakukannya.

Psikolog Camden Baucke menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menurunkan harga diri karena individu merasa tidak mampu dan khawatir terhadap penilaian orang lain.

Kalimat lain yang sering diucapkan adalah keyakinan bahwa dirinya tidak akan pernah mampu melakukan suatu hal. Ungkapan tersebut mencerminkan kritik batin yang muncul secara spontan. Orang dengan kepercayaan diri rendah cenderung menghindari risiko karena takut terlihat gagal, serta mendefinisikan dirinya berdasarkan kekurangan, bukan potensi.

Profesor Ruth Gotiao menyebutkan bahwa rasa tidak aman dapat dikelola dengan menerima bagian diri yang tidak disukai dan menghargai pencapaian kecil sebagai bagian dari proses belajar.

Selain itu, orang yang tidak percaya diri juga kerap berpikir bahwa dirinya seharusnya tidak perlu mencoba. Pola pikir ini mendorong individu untuk tetap berada di zona aman dan menghindari situasi baru yang dianggap berisiko. Ketakutan akan kesalahan membuat mereka sulit berkembang, padahal kesalahan merupakan bagian wajar dari proses pembelajaran.

Guru sekolah dasar dan penulis KJ Walton menekankan pentingnya pola pikir berkembang yang memandang tantangan, kegagalan, dan kesalahan sebagai bagian dari kemajuan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.