Jika golongan itu telah kembali, maka damaikanlah keduanya dengan adil dan berlaku adillah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat ini secara analitis memerintahkan ishlah (pendamaian) aktif, bahkan di tengah eskalasi seperti saat ini. Meskipun ayat ini berbicara tentang golongan mukmin, prinsipnya bersifat universal bahwa perdamaian harus diupayakan dengan adil, bukan dengan memihak satu pihak.
Dalam konflik yang melibatkan banyak aktor ini, ayat tersebut menuntut upaya konkret seperti gencatan senjata dan perundingan multilateral agar siklus kekerasan dapat dihentikan, bukan diperpanjang demi kemenangan satu pihak.
Ketiga, QS. An-Nisa’ [4]: 128 yang berbunyi: “Dan perdamaian itu lebih baik.” Ayat pendek ini menjadi prinsip strategis bahwa segala upaya diplomasi harus diutamakan daripada kelanjutan perang.
Dalam situasi di mana Selat Hormuz terkunci, korban sipil bertambah, dan ekonomi global terganggu, ayat ini mengajarkan bahwa perdamaian bukanlah tanda kelemahan, melainkan pilihan yang paling mulia dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Ayat ini mendorong semua pihak untuk melihat manfaat jangka panjang dari dialog, bukan hanya keuntungan sementara dari kekuatan militer.
Keempat, dari hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak menzaliminya, tidak menyerahkannya, dan tidak menghinanya” (HR. Bukhari-Muslim).
Hadits ini mengkritik setiap bentuk kezaliman, baik dari serangan awal maupun respons balasan yang berlebihan. Meskipun hadits ini menyebut “Muslim”, nilai persaudaraan dan larangan zalim di dalamnya bersifat universal, sehingga berlaku bagi seluruh umat manusia.
Hadits ini mengingatkan bahwa korban sipil di berbagai pihak adalah saudara sesama manusia yang tidak boleh dizalimi. Hadits ini juga menjadi panggilan agar setiap pihak menghentikan tindakan yang merugikan pihak lain dan segera mencari jalan damai yang adil.
Solusi Terbaik ke Depan
Solusi Islam bukanlah kemenangan militer satu pihak, melainkan penegakan keadilan menyeluruh melalui langkah konkret dan mendalam yang dapat dilakukan dengan cara:
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.