Tetapi tanpa data konkret, tentang berapa target penambahan lahan, bagaimana jaminan pasar, serta solusi atas anjloknya harga ketika panen melimpah, komitmen itu bisa sekadar retorika.
Acara panen raya sering kali lebih menonjolkan aspek seremonial ketimbang menghadirkan solusi nyata bagi petani.
Ketahanan pangan membutuhkan kebijakan jangka panjang, dari akses benih unggul hingga sistem distribusi yang adil, bukan sekadar simbol panen pejabat.
Panen raya jagung di Asahan menunjukkan adanya sinergi lintas sektor.
Namun, membicarakan swasembada pangan nasional dengan basis panen 10 hektare jelas tidak sebanding dengan tantangan riil ketahanan pangan di Indonesia.
Tanpa transparansi data dan keberpihakan nyata pada petani, acara seperti ini rentan dianggap sekadar panggung pencitraan. (SN7)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.