Pematangsiantar, Sinata.id – Panti Asuhan Kasih Filadelpia yang berdiri sejak tahun 2008 kini telah memasuki usia ke-18 tahun. Berlokasi di Jalan Pattimura Ujung, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, panti ini menjadi rumah bagi 27 anak dari berbagai daerah dengan mengusung motto “Diberkati Untuk Memberkati”.
Selama hampir dua dekade, panti asuhan ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga wadah pembinaan bagi anak-anak dengan berbagai latar belakang kehidupan. Di bawah asuhan Pdt. Sariaman Purba selaku pendiri sekaligus pengasuh, panti ini terus bertahan dan berkembang dengan mengandalkan iman serta kepedulian sesama.
Pdt. Sariaman Purba mengungkapkan bahwa perjalanan membangun panti asuhan ini penuh dengan suka dan duka. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh.
"Semuanya adalah berkat dan Kasih dari Tuhan, " ujar pria asal Humbang Hasundutan tersebut, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menceritakan bahwa pada awal berdirinya, panti ini berlokasi di daerah Hutabayu, Kabupaten Simalungun. Dalam perjalanannya, panti tersebut sempat beberapa kali berpindah tempat dengan sistem mengontrak, sebelum akhirnya menetap di lokasi saat ini.
"Puji Tuhan, bulan Agustus nanti kita akan genap 3 tahun di sini. Semua karena kebaikan Tuhan," tutur ayah empat anak itu.
Saat ini, Panti Asuhan Kasih Filadelpia menaungi anak-anak dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, di antaranya korban kekerasan dalam rumah tangga serta anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Tidak hanya dari wilayah sekitar, anak-anak yang tinggal di panti ini juga berasal dari berbagai daerah seperti Sidikalang, Humbang Hasundutan, Tanah Jawa, Padang Sidempuan, hingga Pekanbaru. Keberagaman ini menjadi warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari di panti asuhan tersebut.
Dalam kesehariannya, anak-anak dibina melalui berbagai kegiatan positif. Selain mendapatkan pendidikan formal di sekolah, mereka juga mengikuti kegiatan rohani seperti saat teduh dan doa bersama yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan iman.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.