Kondisi tersebut dinilai mendukung capaian devisa pariwisata nasional. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan.
Dalam pertumbuhan tersebut, sektor pariwisata diperkirakan memberi kontribusi sebesar 4,01 hingga 5 persen. Kontribusi itu ditopang sejumlah sektor usaha terkait pariwisata. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen dengan kontribusi Rp172,7 triliun.
Sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen dengan kontribusi Rp136,4 triliun. Sementara transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen dengan kontribusi Rp378,3 triliun. Kementerian Pariwisata juga terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sepanjang April 2026.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam penyusunan 483 skema okupasi nasional di 34 bidang pariwisata.
Pemerintah juga menjalankan program peningkatan keselamatan wisata melalui pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata, termasuk wisata bahari di Labuan Bajo.
Selain itu, pengembangan wisata gastronomi, marine, wellness, wastra, serta art and design terus didorong untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi.
Melalui program Event by Indonesia dan Karisma Event Nusantara (KEN), hingga 6 Mei 2026 tercatat 13 event digelar di 11 provinsi.
Dari 10 event yang telah dikaji, kegiatan tersebut menarik 752,30 ribu pengunjung dengan transaksi ekonomi mencapai Rp74,25 miliar.
Kegiatan itu juga melibatkan 3.760 UMKM, 6.950 pekerja seni, dan membuka lapangan kerja bagi 3.260 tenaga kerja.
“Pencapaian Triwulan I mencerminkan kuatnya industri pariwisata dan kepercayaan global terhadap destinasi pariwisata Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Widiyanti. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.