MENU
“Pasar Malam” Narkoba di Jermal XV Digerebek Tengah Malam
WA FB
News

“Pasar Malam” Narkoba di Jermal XV Digerebek Tengah Malam

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Dec 2025 | 20:54 WIB
“Pasar Malam” Narkoba di Jermal XV Digerebek Tengah Malam
Kawasan Jermal XV yang kerap disebut “pasar malam narkoba" di Medan Denai mendadak berubah jadi panggung operasi besar polisi. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id - Gelap malam di kawasan Jermal XV, Medan Denai, mendadak bercahaya, bukan oleh lampu pesta, melainkan sorot lampu senter aparat. Saat sebagian warga bersiap menyambut libur akhir tahun, Polrestabes Medan justru memilih mengepung titik-titik yang selama ini disebut-sebut sebagai “pasar malam” narkoba dan perjudian.

Sabtu malam itu, langkah aparat dimulai dari apel gabungan Gerebek Sarang Narkoba (GSN), penanda hari pertama Operasi Lilin 2025.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, berdiri di barisan terdepan.

Nada suaranya tegas, gesturnya lugas, pesannya jelas: "kawasan Jermal XV bukan lagi zona nyaman bagi praktik ilegal."

Apel tersebut bukan sekadar formalitas. Jajaran lengkap diturunkan, mulai dari Wakapolrestabes, Kabag Ops, hingga satuan fungsi seperti Reskrim, Narkoba, Intelkam, dan Samapta.

Dukungan penuh juga datang dari Polda Sumut, dari Brimob, Gegana, hingga Samapta ikut turun gelanggang.

Setelah arahan teknis dibacakan, pasukan bergerak.

Tidak ada drama, hanya langkah serentak menuju sasaran.

Target utama operasi ini bukan rahasia. Barak-barak dan loket yang diduga masih aktif menjadi pusat transaksi narkoba dan perjudian.

Jean Calvin menyebut, sehari sebelumnya aparat sudah lebih dulu “menyapa” kawasan tersebut.

Namun malam itu, pengecekan ulang dilakukan, sekalian memastikan tak ada aktivitas ilegal yang kembali hidup seperti jamur di musim hujan.

“Kita kepung. Kita lihat langsung. Masih main atau sudah kapok,” ujarnya singkat.

Meski demikian, Kapolrestabes mengingatkan jajarannya agar tetap mengedepankan pendekatan humanis. Tapi jangan salah tafsir.

Jika ada perlawanan, hukum tetap bicara. “Diberi pengertian, iya. Melawan? Amankan. Narkoba dan judi tidak punya kartu toleransi,” tegasnya.

Penggerebekan pun dimulai. Akses keluar-masuk kawasan ditutup rapat. Barak demi barak disisir, loket demi loket diperiksa.

Hasilnya, 21 orang yang berada di lokasi diamankan dan langsung digiring ke Mapolrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan.

Malam itu, kawasan yang biasanya ramai transaksi mendadak sunyi, seolah tombol pause ditekan paksa.

Di tengah operasi, Jean Calvin kembali memberi instruksi.

Empat orang yang sudah berstatus tersangka diminta segera diamankan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.