Melalui kerja sama tripartit, petani akan menanam sayur dan buah sesuai kebutuhan dapur MBG dengan dukungan modal tanpa bunga maupun imbalan.
“Harapannya, mustahik tidak terus menjadi penerima bantuan, tetapi mampu mandiri bahkan menjadi muzaki,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Tapanuli Selatan, Wan Aprianti Lubis, menyebut hingga kini program MBG telah menjangkau 32.167 penerima manfaat dengan melibatkan 547 tenaga kerja.
Sebanyak 14 SPPG telah beroperasi dan 22 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah memprioritaskan pengembangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar layanan gizi menjangkau lebih luas, mulai dari siswa, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. (SN18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.