Dairi, Sinata.id – Pelayanan di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, dikeluhkan sejumlah pasien.
Seorang oknum dokter spesialis bedah berinisial EM disebut marah-marah saat melakukan visite kepada pasien di ruang perawatan, Minggu (10/5/2026).
Akibat insiden tersebut, dua pasien mengaku ketakutan dan trauma. Bahkan, salah seorang pasien memilih Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) dari rumah sakit tersebut.
Pasien yang memutuskan pulang paksa, Jonny Sihombing (65), warga Desa Parbuluan, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterimanya selama menjalani perawatan di RSUD Sidikalang.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD ini. Kami ketakutan dan trauma. Seharusnya dokter bersikap santun dan mampu menjelaskan kondisi penyakit pasien. Mau pasien kaya atau miskin, tidak seharusnya dibentak-bentak, termasuk keluarga yang menjaga,” ujar Jonny kepada wartawan di Ruang Flamboyan nomor 4.
Jonny mengaku awalnya dirawat karena mengalami infeksi dan gatal pada kaki sejak Kamis (7/5/2026). Namun, selama menjalani perawatan, ia merasa kondisi kakinya justru semakin membengkak.
“Aneh menurut saya, yang sakit kaki, tetapi yang dirontgen malah dada. Saya juga tidak mendapat penjelasan mengenai hasil pemeriksaan maupun perkembangan penyakit saya. Dokter datang dengan nada tinggi, tetapi kondisi kaki saya tidak ditangani dengan jelas. Karena itu saya memilih pulang,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan pasien lain bermarga Nainggolan yang dirawat di kamar yang sama. Ia mengaku mengalami tekanan darah tinggi akibat merasa tertekan setelah mendapat perlakuan dengan nada bicara keras dari dokter.
Sementara itu, Direktur RSUD Sidikalang, Benny Purba, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp. (SN21)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.