MENU
Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Oknum Brimob Kini Jadi Tersangka
WA FB
Berita

Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Oknum Brimob Kini Jadi Tersangka

J Editor : Jansen Siahaan | 21 Feb 2026 | 11:06 WIB
Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Oknum Brimob Kini Jadi Tersangka
Bripda Masias Siahaya. (newsfin)

Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Kronologi Versi Kepolisian

Berdasarkan kronologi, patroli Brimob melaksanakan kegiatan cipta kondisi menggunakan mobil rantis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Patroli awal berada di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga pukul 02.00 WIT, Kamis (19/02/2026), kemudian bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual.

Petugas kemudian menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing. Tim patroli bergerak ke lokasi tersebut. Sesampainya di tempat, mobil rantis berhenti dan personel turun. Bripda MS bersama anggota lain menyeberangi median jalan untuk mengamankan situasi.

Sekitar 10 menit kemudian, dari arah Ngadi datang dua sepeda motor dengan kecepatan tinggi menuju Tete Pancing. Bripda MS melepas helm dan mengayunkannya sebagai isyarat kepada pengendara.

Saat mendekat, korban diduga terhantam helm taktis Bripda MS di pelipis kanan hingga terjatuh dari motor dalam posisi telungkup. Sepeda motor korban kemudian menabrak motor yang dikendarai kakak kandungnya.

Korban AT langsung dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan pertolongan. Namun pada pukul 13.00 WIT korban dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga korban kemudian mendatangi Mako Brimob Tual menuntut keadilan. Pihak Brimob dan Polres Tual merespons dengan langsung menahan Bripda MS pada hari yang sama.

Versi Keluarga Korban

Insiden tragis ini terjadi di kawasan RSUD Maren, Kota Tual, Kamis (19/2/2026) pagi . Korban diketahui bernama Arianto Tawakal (14), pelajar MTs. Menurut kakak korban, Nasri Karim (15), mereka melaju karena kondisi jalan menurun, bukan balap liar.

“Kami jalan sendiri. Dari arah RS Maren kami putar balik. Memang posisi turunan jadi motor agak laju. Adik sudah bilang ada polisi di depan,” ujar Nasri.

Ia menuturkan, seorang anggota Brimob disebut tiba-tiba keluar dari pinggir jalan dan mengayunkan helm.

“Waktu kami sudah dekat, dia langsung loncat dari balik pohon dan mengayunkan helm hingga mengenai wajah adik saya,” katanya.

Setelah terkena pukulan, korban sempat kehilangan kendali sebelum akhirnya terjatuh. Arianto kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.