MENU
Pemerintah Dorong Pembatasan Pemakaian Kendaraan Dinas
WA FB
Nasional

Pemerintah Dorong Pembatasan Pemakaian Kendaraan Dinas

T Editor : Tigor Munthe | 09 Apr 2026 | 15:02 WIB
Pemerintah Dorong Pembatasan Pemakaian Kendaraan Dinas
Kendaraan dinas pemerintah. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id - Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto mendorong pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

Langkah ini ditempuh demi penghematan penggunaan bahan bakar dan energi berbasis fosil.

“Jadi yang masih berbahan fosil kita coba efisienkan, kita kurangi penggunaan kendaraan-kendaraan yang berbasis fosil. 

Dan pemerintah memulai untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta.

Menteri Hadi menyebut, presiden berkomitmen melakukan upaya transformasi menuju energi baru terbarukan (EBT), untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Itu dibuktikan dengan peresmian pabrik perakitan kendaraan berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). 

“Kita mesti beralih dari energi berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan yang salah satunya adalah berbasis listrik,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Sebelumnya pemerintah sudah mengumumkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional.

Sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika global serta mendorong pola kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital. 

Penggunaan kendaraan berbasis listrik dan transportasi massal kata dia, merupakan bagian dari kebijakan transformasi budaya kerja tersebut.

“Kita berharap kita semua mulai pelan-pelan memperbaiki transportasi publik kita, sehingga diharapkan mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal,” katanya. Program Prioritas Di tengah mendorong kemandirian energi, pemerintah juga fokus dalam melaksanakan berbagai program prioritas.

Sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), hingga rencana kerja tahunan pemerintah.

Disebutnya, ada lembaga yang menangani masalah swasembada pangan, mengejar swasembada energi, menangani masalah pendidikan baik infrastrukturnya maupun sumber daya manusianya.

“Ada juga kita yang menangani dengan bekerja keras luar biasa untuk masalah ekonomi dengan kita kemudian membentuk Danantara, kemudian juga salah satu kuncinya adalah industrialisasi dan hilirisasi,” ujarnya.

Menteri Hadi tegaskan, semua program tersebut dijalankan pemerintah untuk meningkatkan fondasi perekonomian nasional.

Sekaligus mendorong kemandirian bangsa serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.