MENU
Pemerintah Klaim Harga Cabai Mulai Jinak Usai Sempat Meroket
WA FB
Nasional

Pemerintah Klaim Harga Cabai Mulai Jinak Usai Sempat Meroket

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Dec 2025 | 16:40 WIB
Pemerintah Klaim Harga Cabai Mulai Jinak Usai Sempat Meroket
Pemerintah melalui Bapanas menyebut tren harga cabai mulai melandai secara nasional berkat penguatan distribusi dan peningkatan produksi. (Ilustrasi)

Sinata.id - Pemerintah mulai membaca sinyal meredanya gejolak harga cabai yang sempat memicu keresahan publik. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan tren harga komoditas cabai secara nasional kini bergerak lebih terkendali, meski tekanan cuaca masih membayangi pasokan di sejumlah daerah.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan optimisme bahwa harga cabai berada di jalur pemulihan. Menurutnya, fluktuasi kecil masih mungkin terjadi, terutama di tengah musim hujan dan dampak bencana alam, namun secara umum pergerakan harga dinilai mulai stabil.

Pemerintah, kata Amran, memperkuat kendali dari sisi distribusi. Salah satu langkah tak biasa yang ditempuh adalah mengangkut hasil panen cabai dari daerah sentra produksi—termasuk wilayah terdampak bencana di Aceh—langsung ke Jakarta dengan memanfaatkan armada udara yang sebelumnya mengangkut bantuan logistik.

Langkah ini disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap petani agar hasil panen tidak terbuang dan tetap terserap pasar. Pemerintah memastikan jerih payah petani mendapat akses distribusi yang adil, sekaligus menjaga pasokan di daerah konsumen utama.

Dari sisi produksi, Bapanas mencatat ketersediaan cabai dalam negeri berada pada level aman. Berdasarkan proyeksi neraca pangan per Desember 2025, produksi cabai besar diperkirakan melonjak signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, sementara produksi cabai rawit juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional bulanan.

Dengan kebutuhan konsumsi cabai besar dan cabai rawit merah nasional yang berada di kisaran puluhan ribu ton per bulan, produksi domestik dinilai masih mampu menutup permintaan. Bahkan, stok hingga akhir 2025 diproyeksikan tetap tersedia dalam jumlah yang memadai.

Meski demikian, tekanan harga belum sepenuhnya hilang. Data Panel Harga Bapanas menunjukkan harga cabai rawit merah secara nasional masih berada sedikit di atas harga acuan penjualan (HAP), meski pergerakannya mulai melambat.

Sebelumnya, lonjakan harga cabai rawit sempat mencuri perhatian publik. Musim penghujan menyebabkan frekuensi panen petani menurun, sehingga pasokan terganggu dan harga melesat tajam di berbagai daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai rawit pada pekan ketiga Desember 2025 melonjak lebih dari 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sejumlah wilayah di Papua bahkan mencatat harga ekstrem, dengan cabai rawit menembus ratusan ribu rupiah per kilogram.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.