MENU
Pemerintah Siapkan Rp839 Miliar untuk “Benteng” Way Kambas, Prabowo Ta...
WA FB
Nasional

Pemerintah Siapkan Rp839 Miliar untuk “Benteng” Way Kambas, Prabowo Targetkan Konflik Gajah–Manusia Berakhir

R Editor : Redaksi Sinata | 13 Mar 2026 | 16:13 WIB
Pemerintah Siapkan Rp839 Miliar untuk “Benteng” Way Kambas, Prabowo Targetkan Konflik Gajah–Manusia Berakhir
Presiden Prabowo Subianto. (Ist)

Jakarta, Sinata.id - Pemerintah mengambil langkah besar untuk melindungi kawasan konservasi sekaligus meredam konflik antara satwa liar dan masyarakat. Presiden Prabowo Subianto disebut menyiapkan dana ratusan miliar rupiah guna membangun sistem perlindungan di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pagar pengaman serta tanggul di sejumlah titik taman nasional yang selama ini menjadi habitat penting gajah Sumatra. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp839 miliar.

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius pemerintah untuk menekan konflik antara manusia dan satwa liar yang kerap terjadi di wilayah sekitar kawasan konservasi tersebut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa rencana pembangunan sistem pengamanan taman nasional sebenarnya sempat diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp2 triliun.

Namun setelah melalui kajian teknis dan perhitungan ulang oleh kementerian terkait, kebutuhan dana akhirnya diperkirakan cukup sekitar Rp839 miliar.

Menurutnya, proyek ini tidak sekadar membangun penghalang fisik, tetapi juga bagian dari strategi perlindungan habitat gajah secara menyeluruh.

“Sekarang sudah masuk tahap uji coba dan studi komprehensif. Kami juga belajar dari pengalaman negara seperti Afrika dan India dalam mengelola taman nasional,” ujar Raja Juli. , dikutip Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, sistem pengamanan nantinya tidak hanya berupa tanggul, tetapi juga pagar baja dengan kekuatan tinggi yang saat ini masih dalam tahap pengujian.

Pembangunan pagar dan tanggul di kawasan Way Kambas dirancang sebagai semacam benteng pelindung bagi habitat gajah. Tujuannya adalah mencegah satwa keluar dari kawasan hutan dan memasuki wilayah permukiman atau lahan pertanian warga.

Konflik antara gajah dan manusia memang menjadi persoalan yang kerap terjadi di sejumlah daerah sekitar taman nasional. Gajah liar sering masuk ke kebun atau lahan pertanian warga sehingga menimbulkan kerugian.

Dengan adanya sistem pembatas yang lebih kuat, pemerintah berharap konflik tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Menariknya, proyek ini tidak hanya difokuskan pada perlindungan satwa. Pemerintah juga berencana menjadikan area sepanjang tanggul sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.