MENU
Pemkab Simalungun Siapkan Pertemuan dengan Petani, Korem dan Polres Di...
WA FB
Simalungun

Pemkab Simalungun Siapkan Pertemuan dengan Petani, Korem dan Polres Dilibatkan

J Editor : Jansen Siahaan | 23 Feb 2026 | 14:18 WIB
Pemkab Simalungun Siapkan Pertemuan dengan Petani, Korem dan Polres Dilibatkan
Asisten I Kabupaten Simalungun Albert Saragih saat bertemu dengan kelompok tani beberapa waktu lalu. (sinata)

Simalungun, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Asisten I, Albert Saragih, mengungkapkan rencana pertemuan dengan kelompok petani bersama pihak Korem 022/Pantai Timur dan Polres Simalungun.

“Sudah saya sampaikan kepada perwakilan. Akan ada pertemuan yang dikoordinasikan dengan Korem 022/PT dan Polres Simalungun,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (23/2/2026).

Albert menyebut pertemuan tersebut akan membahas langkah ke depan terkait persoalan yang berkembang. Namun, teknis pelaksanaan pertemuan akan langsung dikoordinasikan oleh pihak Korem 022/PT dan Polres Simalungun.

“Belum ada informasi detail. Pertemuan itu akan dikoordinasikan oleh pihak mereka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ucapnya.

Sebelumnya, forum organisasi masyarakat sipil untuk keadilan dan demokrasi menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Senin (2/2/2026).

Aksi tersebut merupakan gabungan dari Kelompok Tani Mekar Sari, Kelompok Tani Sari Mutiara, Kelompok Tani Maju Jaya, dan Kelompok Tani Gotong Royong dari Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok. Mereka didampingi Dewan Pimpinan Kabupaten Jaringan Kemandirian Nasional (DPK-JAMAN) Kabupaten Simalungun, Senada Institute, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suluh.

“Kita sangat mendukung program ketahanan pangan oleh Presiden, tetapi faktanya di Kabupaten Simalungun program tersebut dikerjakan oleh TNI-Polri dan pejabat yang mengabaikan kepentingan petani,” ujar Johannes, salah satu orator.

Johannes menambahkan, lahan petani yang siap dipanen justru dikuasai pihak tertentu dan dirusak. Ia menilai hal itu terjadi atas dasar kerja sama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Simalungun.

“Kami hadir sebagai bentuk perlawanan hingga tanah itu kembali kepada kami,” tuturnya. (SN14)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.