MENU
Pemprov DKI Impor Ribuan Sapi asal Australia Jelang Lebaran 2026
WA FB
Nasional

Pemprov DKI Impor Ribuan Sapi asal Australia Jelang Lebaran 2026

T Editor : Tumpal Pandapotan | 25 Feb 2026 | 11:09 WIB
Pemprov DKI Impor Ribuan Sapi asal Australia Jelang Lebaran 2026
Pemprov DKI impor sapi dari Australia

Jakarta, Sinata.id - Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan stok daging sapi dalam kondisi aman dengan harga yang stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kepastian ini menyusul tibanya ribuan ekor sapi impor asal Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung proses bongkar muat 590 ekor sapi di Dermaga 101 pada Senin (23/2/2026). Pengadaan ini dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, Perumda Dharma Jaya.

Pramono menjelaskan bahwa langkah impor langsung ini merupakan momentum sejarah bagi Jakarta setelah terhenti selama 28 tahun. Kerja sama ini diperkuat oleh hubungan sister city antara Jakarta dengan sejumlah kota di Australia, yang memudahkan proses pengawasan kualitas dan distribusi.

"Faktor inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging tetap stabil," ujar Pramono.

Hingga saat ini, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba di Jakarta dari total target 7.500 ekor pada tahap awal. Penguatan stok ini krusial mengingat kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai 65 ton per hari, dengan estimasi lonjakan permintaan sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan.

Pemprov DKI menjamin seluruh hewan ternak yang masuk ke ibu kota telah melalui prosedur karantina dan pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan kondisi bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Saat ini, ketahanan pangan hewani di Jakarta dalam posisi aman dengan ketersediaan 1.500 ekor sapi hidup di kandang Perumda Dharma Jaya dan cadangan daging beku sebanyak 1.000 ton. Pemerintah juga telah menyiapkan skema pemesanan ulang (repeat order) guna memperkuat stok jika terjadi lonjakan permintaan di pasar.

Selain memastikan kuantitas stok, pihak Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk memantau stabilitas harga secara mandiri melalui aplikasi JAKI pada fitur Info Pangan Jakarta.

"Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dalam kondisi sehat. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit," tegas Pramono.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.