MENU
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Aceh
WA FB
Regional

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Aceh

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Dec 2025 | 22:24 WIB
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Aceh
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan Rp2,8 miliar untuk korban banjir dan longsor di Aceh guna mendukung pemulihan dan distribusi logistik. (Ist)

Sinata.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan solidaritas lintas daerah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp2,8 miliar bagi warga Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Serambi Mekkah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Posko Penanganan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/12/2025).

Bantuan diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir.

Bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota dan pihak perbankan daerah.

Rinciannya meliputi bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp1 miliar, dukungan dana dari 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng sebesar Rp1,3 miliar, bantuan barang senilai Rp215 juta, serta uang tunai Rp51,54 juta yang disalurkan melalui Baitulmal.

Selain itu, Bank Kalteng turut berkontribusi sebesar Rp250 juta yang akan ditransfer ke rekening Baitulmal Aceh. Total keseluruhan bantuan mencapai Rp2.816.540.000.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kalimantan Tengah beserta seluruh pihak yang terlibat.

Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat berarti di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung.

“Selama 16 hari terakhir, Pemerintah Aceh terus melakukan penanganan banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten dan kota,” ujar M. Nasir.

Ia mengungkapkan bahwa Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan dampak paling parah.

Selain itu, kondisi di Kabupaten Bireuen juga memprihatinkan, dengan laporan sejumlah desa dan dusun yang terdampak berat hingga dinyatakan hilang.

Sementara Kabupaten Pidie masih berada dalam status siaga darurat.

Penanganan infrastruktur menjadi perhatian utama pemerintah daerah, khususnya di wilayah tengah Aceh.

M. Nasir menjelaskan, akses menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah baru kembali terhubung pada Minggu (14/12/2025) setelah jembatan bailey selesai dibangun.

“Konektivitas ini sangat krusial untuk menjamin distribusi logistik,” tegasnya.

Menurut M. Nasir, tanpa selesainya jembatan darurat tersebut, pasokan pangan di Bulog berpotensi habis dan mengancam ketahanan pangan masyarakat di Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.