MENU
Penganugerahan Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Momen Bangkitkan Sejar...
WA FB
Simalungun

Penganugerahan Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Momen Bangkitkan Sejarah Simalungun

T Editor : Tumpal Pandapotan | 26 Nov 2025 | 13:04 WIB
Penganugerahan Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Momen Bangkitkan Sejarah Simalungun
Penganugerahan Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim momen bangkitkan sejarah Simalungun. dok Pemkab Simalungun

Simalungun, Sinata.id - Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Pematang Raya, Kabupaten Simalungun. Pemerintah Kabupaten bersama masyarakat menggelar Syukuran dan Pesta Rakyat sebagai wujud syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih Garingging, Selasa (25/11/2025).

Gelar itu sebelumnya ditetapkan Presiden RI pada 10 November 2025, meneguhkan tokoh yang dijuluki “Napoleon der Batak” sebagai salah satu pejuang bangsa.

Perayaan dipusatkan di pelataran Makam Pahlawan Tuan Rondahaim di Pematang Raya, diawali ziarah dan ibadah, lalu dilanjutkan prosesi adat yang berlangsung khidmat namun meriah.

Setiap tahapan upacara menjadi simbol penghormatan kepada sosok yang lama hidup dalam ingatan masyarakat Simalungun sebagai pemimpin pemberani dan penjaga martabat tanah leluhur.

Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan negara ini tidak hanya untuk seorang tokoh, tetapi juga pengakuan atas kontribusi masyarakat Simalungun dalam mozaik sejarah Indonesia.

Ia menyebut Tuan Rondahaim bukan sekadar pemimpin adat, melainkan panglima sekaligus pemikir yang berada di garda depan perlawanan terhadap kolonial Belanda.

“Di tempat yang sakral ini, kita seperti kembali merasakan napas perjuangan seorang pemimpin yang berdiri paling depan di masa penjajahan,” ujar Bupati, menambahkan, semangat Tuan Rondahaim mengingatkan bahwa kemerdekaan menuntut keberanian, dan harga diri hanya bisa tegak jika ketidakadilan dilawan.

Anton juga menarik garis ke masa kini. Menurutnya, nilai juang sang pahlawan relevan dalam menghadapi “penjajahan baru” berupa ketertinggalan teknologi, pudarnya moral, dan ancaman perpecahan sosial.

“Tugas kita adalah meneladani keberaniannya untuk bersuara demi kebenaran, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga kehormatan budaya dan persatuan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Ihutan Bolon Saragih Garingging Boru Pakon Pananggolan (IBHSGBP) yang menjadi motor pelaksana rangkaian syukuran adat.

Menurutnya, kuatnya warna budaya dalam acara ini menunjukkan bahwa warisan Simalungun bukan hanya dikenang, tetapi terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh adat, ahli waris, serta masyarakat yang terlibat dalam proses panjang pengusulan gelar pahlawan tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.