MENU
Penghormatan Ramadan Harus Berlaku Dua Arah
WA FB
Nasional

Penghormatan Ramadan Harus Berlaku Dua Arah

T Editor : Tumpal Pandapotan | 17 Feb 2026 | 22:02 WIB
Penghormatan Ramadan Harus Berlaku Dua Arah
Sidang isbat menentukan awal Ramadan 2026.

Jakarta, Sinata.id - Wakil Menteri Agama meminta masyarakat menjaga suasana Ramadan tetap aman dan harmonis dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

Ia menegaskan tidak ada rencana sweeping selama bulan puasa dan mengingatkan bahwa penghormatan harus berlaku bagi seluruh warga, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Agama kepada wartawan usai menghadiri Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Ia merespons pertanyaan terkait isu sweeping oleh organisasi kemasyarakatan menjelang dimulainya Ramadan.

Menurutnya, umat Islam diimbau melaksanakan ibadah puasa secara khusyuk. Pada saat yang sama, masyarakat yang tidak menjalankan puasa diharapkan tetap menghargai mereka yang beribadah. Namun, ia menekankan bahwa sikap saling menghormati tidak boleh berjalan sepihak.

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa tidak seluruh warga menjalankan puasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun alasan lain yang dibenarkan.

Karena itu, menurut dia, tidak tepat apabila fasilitas umum atau ruang-ruang tertentu sepenuhnya dibatasi tanpa mempertimbangkan keberadaan kelompok yang tidak berpuasa.

Ia menyatakan, tidak adil jika seluruh masyarakat dipaksa menyesuaikan diri seolah-olah semuanya sedang berpuasa. Dalam konteks kehidupan berbangsa, perbedaan tersebut harus dikelola dengan bijak agar tidak memicu gesekan sosial.

Menanggapi kekhawatiran adanya aksi sweeping, ia memastikan tidak terdapat agenda atau kebijakan terkait hal tersebut.

Ia menilai, menjaga ketertiban selama Ramadan harus dilakukan melalui pendekatan persuasif dan kesadaran bersama, bukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik.

Terkait kemungkinan penerbitan surat edaran dari Kementerian Agama untuk mengantisipasi gangguan keamanan, ia menjelaskan bahwa urusan keamanan berada di bawah kewenangan institusi lain.

Kementerian Agama, kata dia, berfokus pada pembinaan kehidupan beragama dan penguatan toleransi.

Wakil Menteri Agama juga menyampaikan optimismenya bahwa Ramadan tahun ini akan berlangsung dalam suasana kondusif. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.