Sinata.id - Bantuan makanan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya mulai menuai keluhan. Di Kampung Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, sebagian warga mengaku mulai kehilangan selera makan dan jenuh dengan menu bantuan yang dinilai monoton dan minim variasi.
Sejak beberapa waktu terakhir, paket Makanan Bergizi (MBG) yang diterima warga hampir selalu berisi menu serupa, yakni nasi, telur rebus, dan kuah sederhana.
Pola bantuan yang berulang ini membuat sejumlah warga kehilangan selera, bahkan ada makanan yang akhirnya tidak dikonsumsi.
Rahmi, salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa bosannya terhadap menu yang terus berulang dari hari ke hari.
Menurutnya, bantuan tersebut memang membantu, namun variasi menu menjadi hal yang dinantikan warga di tengah kondisi sulit pascabencana.
“Setiap hari menunya sama. Lama-lama ya bosan juga,” kata Rahmi, Kamis (18/12/2025).
Pihak penyelenggara MBG membenarkan adanya keterbatasan variasi menu.
Pengurus MBG Kecamatan Ulim, Sigit, menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur pascabanjir masih menjadi kendala utama dalam distribusi bahan pangan.
Sejumlah jembatan dilaporkan rusak, sementara akses jalan menuju wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih.
“Kendala terbesar ada di jalur distribusi. Beberapa jembatan putus, akses jalan sulit, sehingga pasokan bahan makanan belum bisa maksimal,” ujar Sigit.
Dalam kondisi tersebut, telur menjadi pilihan utama karena relatif mudah didistribusikan dan dapat memenuhi kebutuhan gizi dasar warga.
Meski begitu, pihak MBG tetap berupaya melakukan penyesuaian agar bantuan tidak sepenuhnya monoton.
“Sementara kami siasati dengan mengganti nasi menjadi bihun untuk menu siang. Biasanya ada lauk ayam, tapi saat ini pasokannya masih terkendala,” tambahnya.
Pihak MBG berharap perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak banjir dapat segera diselesaikan.
Dengan pulihnya akses transportasi, distribusi logistik diharapkan kembali lancar sehingga variasi menu bantuan bagi warga terdampak bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.