Oleh: Ps Dion Panomban
Pendidikan anak dalam keluarga menjadi salah satu perhatian utama dalam ajaran Alkitab. Dalam refleksi Saat Teduh Abba Home Family pada Sabtu, 7 Maret 2026, disampaikan bahwa peran orang tua dalam mengajar dan mendidik anak-anak merupakan panggilan yang sangat penting dalam kehidupan iman.
Pesan tersebut menekankan bahwa Tuhan mengingatkan para orang tua untuk terus mengajarkan nilai-nilai takut akan Tuhan kepada anak-anak mereka. Pengajaran itu tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi dalam setiap kesempatan kehidupan sehari-hari.
Dalam Alkitab, orang tua diingatkan untuk mengajar anak-anak mereka ketika duduk di rumah, ketika berjalan dalam perjalanan, saat berbaring, hingga ketika bangun. Bahkan prinsip-prinsip takut akan Tuhan dianjurkan untuk dituliskan di tempat-tempat yang mudah terlihat, seperti di dinding rumah dan di atas pintu, agar dapat terus dibaca dan diingat oleh anggota keluarga.
Pesan ini mengangkat pertanyaan mendasar mengenai alasan mengapa Allah begitu peduli terhadap pendidikan anak-anak. Menurut refleksi tersebut, perhatian itu muncul karena masa depan generasi sangat ditentukan oleh nilai yang mereka terima sejak dini.
Ketika orang tua tidak mengambil peran dalam mendidik, maka berbagai pengaruh dari luar dapat mengambil alih proses pembentukan karakter anak. Dalam konteks kehidupan modern, dunia dan perkembangan teknologi sering menjadi ruang yang mempengaruhi cara berpikir serta perilaku generasi muda.
Sejumlah peristiwa yang terjadi di masyarakat menunjukkan bagaimana sebagian remaja terlibat dalam tindakan kekerasan, bahkan terhadap sesama pelajar maupun keluarga sendiri. Peristiwa tersebut sering dikaitkan dengan lemahnya pembinaan karakter dan pengawasan dalam keluarga.
Karena itu, pendidikan rohani dalam keluarga dipandang sebagai fondasi penting untuk membentuk karakter anak agar memiliki nilai moral, tanggung jawab, dan rasa takut akan Tuhan.
Dasar ajaran tersebut diambil dari Ulangan 6:1-7, yang berisi perintah Tuhan kepada bangsa Israel agar hidup menurut ketetapan-Nya serta mengajarkannya kepada generasi berikutnya.
Dalam bagian Alkitab itu tertulis:
“Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.