MENU
Penyuluh Didorong Turun ke Lahan, Bupati Tapsel Kejar Pemulihan Pertan...
WA FB
Regional

Penyuluh Didorong Turun ke Lahan, Bupati Tapsel Kejar Pemulihan Pertanian

G Editor : Gunawan Purba | 29 Apr 2026 | 21:24 WIB
Penyuluh Didorong Turun ke Lahan, Bupati Tapsel Kejar Pemulihan Pertanian
Bupati Tapsel bersalaman dengan para penyuluh pertanian

Tapanuli Selatan, Sinata.id - Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu meminta penyuluh pertanian memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terpukul bencana pada akhir 2025 lalu.

Seruan itu disampaikan dalam silaturahmi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Sipirok, Rabu, (29/4/2026). Menurut dia, sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi daerah yang paling terdampak bencana 25 November lalu.

“Dampaknya terasa langsung ke ekonomi masyarakat. Risiko kenaikan kemiskinan dan pengangguran sempat meningkat,” kata Gus Irawan.

Data pemerintah daerah menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan merosot pada triwulan akhir 2025. Dari sebelumnya di atas 5 persen, turun menjadi 2,4 persen, dengan capaian tahunan terkoreksi ke 4,39 persen.

Pemerintah mengklaim telah menggelontorkan berbagai bantuan untuk meredam dampak. Mulai dari bantuan darurat Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, santunan kematian Rp15 juta per jiwa, hingga stimulan perbaikan rumah rusak.

Bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat sebesar Rp450 ribu per jiwa serta dukungan pemulihan ekonomi hingga Rp8 juta per keluarga juga disalurkan.

Hasilnya, angka kemiskinan masih bisa ditekan turun 0,78 persen. Tapanuli Selatan bahkan meraih peringkat kedua nasional dalam penurunan kemiskinan dan stunting, serta memperoleh insentif fiskal Rp2 miliar.

Namun, sektor pertanian masih menghadapi tekanan berat. Sekitar 3.000 hektare lahan dilaporkan mengalami gagal panen. Dalam kondisi itu, Bupati menekankan peran kunci penyuluh sebagai penghubung kebijakan dan praktik di lapangan.

“Tapsel membutuhkan kehadiran aktif penyuluh. Pastikan produktivitas kembali naik dan program ketahanan pangan berjalan,” ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, menyebutkan saat ini terdapat 191 penyuluh yang telah beralih status menjadi pegawai pemerintah pusat sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.

Meski begitu, koordinasi dengan pemerintah daerah tetap berjalan, terutama dalam program optimasi lahan dan percepatan tanam.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Tapanuli Selatan, Leni Marlina Nasution, mengakui jumlah tenaga masih terbatas. Dari 248 desa dan kelurahan, baru tersedia sekitar 138 penyuluh.

“Masih ada kekurangan jika target satu desa satu penyuluh diterapkan,” kata Leni.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.