MENU
Perang AS–Iran Memanas, Pasar Global Rontok dan Harga Minyak Melonjak
WA FB
Dunia

Perang AS–Iran Memanas, Pasar Global Rontok dan Harga Minyak Melonjak

J Editor : Jansen Siahaan | 04 Mar 2026 | 15:50 WIB
Perang AS–Iran Memanas, Pasar Global Rontok dan Harga Minyak Melonjak
Ilustrasi Wall Street. (xinhua)

Seoul, Sinata.id — Konflik terbuka antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase paling mematikan sekaligus mengguncang pasar global.

Dalam 24 jam pertama operasi militer pada Sabtu lalu, militer AS mengklaim jumlah serangan yang dilancarkan hampir dua kali lipat dibanding operasi “shock and awe” terhadap Irak pada 2003. Hingga kini, hampir 2.000 target disebut telah dihantam di berbagai wilayah Iran.

Dilaporkan The Guardian, Rabu (4/3/2026), Komandan Komando Pusat militer AS, Laksamana Brad Cooper, menyatakan Washington juga berupaya melumpuhkan seluruh kekuatan angkatan laut Iran dan mengklaim telah menghancurkan 17 kapal.

Di tengah eskalasi, Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Pernyataan ini menjadi salah satu langkah paling agresif untuk menahan lonjakan harga energi global akibat perang.

Harga minyak dan gas dunia pun melonjak tajam setelah konflik mengganggu ekspor energi dari Timur Tengah. Iran dilaporkan menyerang kapal dan fasilitas energi, menutup jalur pelayaran di Teluk, serta memaksa penghentian produksi dari Qatar hingga Irak.

Pasar Global Bergejolak

Gejolak konflik segera terasa di pasar keuangan global. Di Seoul, indeks Kospi yang sebelumnya sudah anjlok 7,2 persen kembali merosot lebih dari 12 persen dan menuju hari terburuknya dalam beberapa dekade.

Korea Exchange bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan Kospi. Mekanisme circuit breaker juga diaktifkan pada indeks Kosdaq yang turut jatuh sekitar 13 persen.

Di Tokyo, indeks Nikkei 225 turun sekitar 3,9 persen pada awal perdagangan, sementara Topix melemah hampir 4 persen.

Tekanan juga terjadi di kawasan lain. Indeks Hang Seng Index terkoreksi sekitar 2,7 persen, sementara CSI 300 melemah 1,6 persen.

Di Indonesia, IHSG pada sesi pertama perdagangan turut anjlok 4,32 persen dengan seluruh sektor berada di zona merah.

Ketegangan Regional Memuncak

Israel pada Rabu (4/3/2026) dini hari menyatakan telah meluncurkan gelombang luas serangan ke Iran yang menargetkan lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan, dan infrastruktur militer.

Di front diplomatik, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap sekutu Barat. Ia mengancam memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya untuk misi terkait Iran.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.