Sinata.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sangat tinggi yang diperkirakan melanda Kota Makassar pada penghujung Januari hingga awal Februari 2026.
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Januari 2026, curah hujan di Makassar telah mencapai 183 milimeter.
Menurutnya, angka tersebut masih berpeluang meningkat signifikan. “Masih ada potensi curah hujan yang bisa menembus lebih dari 500 milimeter dan itu diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari,” ujarnya.
Adil menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan Monsun Asia serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Makassar.
“Periode yang perlu diwaspadai adalah minggu terakhir Januari hingga awal Februari. Ini menjadi waktu krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi lintas instansi, terutama bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dapat terus diperkuat guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M. Fadli Tahar, menilai intensitas hujan pada awal 2026 tidak seburuk awal tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga.
“Kami tidak boleh lengah. Informasi dari BMKG menunjukkan adanya peluang curah hujan tinggi hingga 500 milimeter pada Januari dan Februari, sehingga kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas,” kata Fadli di Makassar, Rabu (14/1/2026).
Fadli mengungkapkan, terdapat empat kecamatan yang kerap terdampak banjir saat hujan ekstrem, yakni Biringkanaya, Panakkukang, Manggala, dan Tamalanrea.
“Kami khawatir potensi banjir bisa kembali terjadi dalam sisa waktu Januari hingga Februari ini,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Makassar telah menyiapkan pemasangan Early Warning System (EWS) di tiga aliran sungai. Ia juga menyebut Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Banjir masih menjadi persoalan tahunan. Sesuai arahan Pak Wali Kota, fokus kami adalah kesiapan agar dampak kerugian, baik materi maupun korban jiwa, dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.