MENU
Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Sejumlah Daerah di Sumut dan Aceh
WA FB
Regional

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Sejumlah Daerah di Sumut dan Aceh

G Editor : Gunawan Purba | 01 Jun 2026 | 13:44 WIB
Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Sejumlah Daerah di Sumut dan Aceh
Upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Mapolda Aceh

Pematangsiantar, Sinata.id - Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia, Senin (1/6/2026). Termasuk pada sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa sekaligus kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

Di Kota Pematangsiantar, upacara digelar di Lapangan Adam Malik dengan Wali Kota Wesly Silalahi bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan itu diikuti unsur Forkopimda, aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Sementara di Kabupaten Nias Selatan, upacara dipusatkan di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, dan dipimpin Wakil Bupati Yusuf Nache.

Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, ASN, PPPK, pemerintah kecamatan dan desa, hingga tokoh masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Nuansa budaya mewarnai peringatan di Nias Selatan. Sejumlah peserta memadukan seragam dinas dengan rompi dan selendang adat khas daerah sebagai simbol harmonisasi antara identitas budaya dan semangat kebangsaan.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, upacara berlangsung di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati di Sipirok. Bupati Gus Irawan Pasaribu bersama unsur Forkopimda, DPRD, organisasi masyarakat, dan pelajar hadir mengikuti upacara yang dipimpin Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara.

Sementara itu, di Banda Aceh, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memimpin upacara yang berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh.

Upacara tersebut diikuti Wakapolda, pejabat utama, perwira, bintara, tamtama, serta aparatur sipil negara di lingkungan Polda Aceh.

Pada seluruh upacara tersebut, dibacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Melalui tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, BPIP menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Pancasila disebut telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menyatukan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama di Indonesia.

Di tengah perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, serta berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.