MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejama...
WA FB
Religi

Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejaman, dan Kedaulatan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 06 Jun 2026 | 05:00 WIB
Perjalanan Hidup Atalya, Ratu Berdarah dalam Alkitab: Ambisi, Kekejaman, dan Kedaulatan Tuhan
Pdt Manser sagala MTh

Oleh : Manser Sagala, M.Th.

PERJALANAN HIDUP ATALYA RATU BERDARAH

Kisah Atalya (Athaliah) di dalam Alkitab adalah salah satu narasi paling kelam sekaligus bukti nyata dari kedaulatan Tuhan yang tidak bisa digagalkan oleh ambisi manusia. Ia dijuluki sebagai "Ratu Berdarah" karena kekejamannya yang tega membantai cucu-cucunya sendiri demi takhta. ​Garis hidup Atalya dicatat secara lengkap dalam 2 Raja-raja 8, 11 dan 2 Tawarikh 21-23.

Mari kita bedah perjalanan hidupnya berdasarkan Firman Tuhan.

1. Asal-Usul dan Pernikahan Politik

Atalya adalah putri dari Raja Ahab dan Ratu Izebel dari Kerajaan Utara (Israel). Keluarga ini terkenal di Alkitab sebagai keluarga yang sangat fasik dan penyembah berhala (Baal).

​Melalui pernikahan politik yang diatur untuk mendamaikan Kerajaan Utara (Israel) dan Selatan (Yehuda), Atalya menikah dengan Yoram, anak Raja Yosafat dari Yehuda. ​"Ia [Yoram] hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN." — 2 Tawarikh 21:6 ​Atalya membawa pengaruh penyembahan berhala yang sangat kuat ke Yehuda. Ia merusak kerohanian suaminya dan kemudian anaknya, Ahazia, ketika naik takhta menggantikan suaminya. ​"Ia pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya memberi nasihat yang menyesatkan baginya untuk melakukan yang jahat." 2 Tawarikh 22:3

2. Pembantaian Cucu dan Perebutan Takhta

Titik balik kekejaman Atalya terjadi ketika anaknya, Raja Ahazia, tewas dibunuh oleh Yehu dalam masa pergolakan politik.

​Bukannya berduka, Atalya justru melihat ini sebagai kesempatan emas untuk berkuasa penuh. Agar tidak ada yang menggugat takhtanya, ia memerintahkan pembunuhan massal terhadap seluruh keturunan raja (yang sebenarnya adalah cucu-cucu dan keluarganya sendiri). ​"Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda."

— 2 Tawarikh 22:10 ​Atalya kemudian menobatkan dirinya sebagai Ratu Yehuda dan memerintah dengan tangan besi selama 6 tahun. Selama masa ini, rumah Allah dirusak untuk membangun kuil-kuil Baal (2 Tawarikh 24:7).

3. Pemeliharaan Tuhan di Tengah Kegelapan

Ambisi Atalya bukan sekadar perebutan kekuasaan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap nubuat Tuhan. Tuhan pernah berjanji kepada Raja Daud bahwa garis keturunannya tidak akan pernah terputus (2 Samuel 7:16).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.