MENU
Perlawanan Kampung Narkoba Tembung Semakin Berani: Motor Polisi Dibaka...
WA FB
News

Perlawanan Kampung Narkoba Tembung Semakin Berani: Motor Polisi Dibakar, Empat Orang Berakhir di Sel

R Editor : Redaksi Sinata | 21 Dec 2025 | 21:56 WIB
Perlawanan Kampung Narkoba Tembung Semakin Berani: Motor Polisi Dibakar, Empat Orang Berakhir di Sel
Pelaku pembakaran motor polisi. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id - Perlawanan di Kampung Narkoba Tembung kian berani dan berlapis. Jika sebelumnya polisi harus menembus pantauan drone dan pagar listrik, kini bensin ikut dimainkan.

Penggerebekan di kawasan tersebut kembali ricuh setelah sepeda motor dinas polisi dibakar, menandai eskalasi perlawanan warga, dari kecanggihan teknologi hingga kobaran api di jalanan.

Penggerebekan sarang narkoba di kawasan Tembung, Medan, berubah menjadi panggung perlawanan terbuka, lengkap dengan batu, bensin, dan provokasi.

Aksi itu terjadi di Jalan Beringin, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa lalu (16/12/2025).

Saat tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan masuk ke kawasan yang selama ini dikenal “ramah” bagi transaksi barang haram, situasi mendadak memanas.

Bukan hanya penjual dan pengguna narkoba yang bereaksi, tetapi juga sekelompok orang yang memilih menyerang aparat.

Sepeda motor polisi dibakar. Batu beterbangan. Suasana yang awalnya operasi penegakan hukum berubah menjadi adegan kerusuhan.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putra Wijayanto mengungkapkan, perlawanan dilakukan secara terorganisasi.

Petugas dilempari batu, sementara satu unit kendaraan dinas disiram bensin lalu dibakar di tengah jalan.

“Ini bukan spontan. Ada peran masing-masing,” kata Bayu saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Sabtu (20/12/2025).

Penyelidikan berlanjut cepat. Empat orang berhasil diamankan, tiga pria dan satu perempuan.

Hasil tes urine menunjukkan keempatnya positif menggunakan narkoba.

Ironisnya, mereka bukan sekadar pengguna pasif, tetapi juga aktif melawan aparat.

Menurut polisi, Amir Hamzah Lubis berperan sebagai eksekutor pembakaran sepeda motor.

Bensin disuplai oleh Risma Sihotang yang membelinya sebelum kejadian.

Sementara Dedi Gunawan dan Toni Nainggolan disebut bertugas memanaskan suasana, memprovokasi warga agar ikut menyerang polisi, bahkan dengan senjata tajam dan lemparan batu.

“Masih ada dua orang yang kami kejar. Satu terlibat langsung dalam pembakaran, satu lagi menyokong dana pembelian bensin,” ujar Bayu.

Di balik insiden ini, Polrestabes Medan mengungkap fakta yang lebih luas.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menyebut penyerangan terjadi di tengah gencarnya perang terhadap jaringan narkoba.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.