MENU
Pertamina Buka Suara soal Penutupan Selat Hormuz: Pasokan Energi Dalam...
WA FB
Nasional

Pertamina Buka Suara soal Penutupan Selat Hormuz: Pasokan Energi Dalam Negeri Aman

T Editor : Tumpal Pandapotan | 03 Mar 2026 | 15:03 WIB
Pertamina Buka Suara soal Penutupan Selat Hormuz: Pasokan Energi Dalam Negeri Aman
kapal tanker.

Jakarta, Sinata.id - PT Pertamina (Persero) bergerak cepat mengamankan ketahanan energi nasional di tengah kawasan Timur Tengah yang kembali memanas. Langkah siaga ini ditempuh menyusul keputusan Iran yang menutup Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, sebuah jalur vital yang menjadi nadi pasokan minyak dunia.

Keputusan Iran tersebut diumumkan sebagai respons atas aksi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu. Penutupan jalur perairan yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global itu langsung memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi dunia.

Menyadari potensi risiko yang mengancam, perusahaan energi pelat merah itu langsung mengaktifkan serangkaian langkah mitigasi. Hal ini disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).

"Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru," ujar Baron.

Baca: http://Prabowo Panggil Zulkifli ke Istana, Minta Stok Sembako Dipantau Ketat

Koordinasi diplomatik dan pengamanan kru menjadi prioritas utama, mengingat setidaknya ada tiga unit bisnis strategis Perseroan yang beroperasi dan bersinggungan langsung dengan dinamika di kawasan tersebut.

Ketiganya adalah PT Pertamina International Shipping (PIS) yang mengelola pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga yang bertugas dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di Timur Tengah.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat konflik, Pertamina tidak hanya bergantung pada satu sumber. Perusahaan mengandalkan portofolio pasokan yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun berbagai negara mitra. Strategi ini dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di dalam negeri, operasional kilang juga dioptimalkan untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke seluruh masyarakat.

"Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia," tegas Baron. (A58)

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.