Selanjutnya, menurut klaim pengirim pesan, WS yang merasa takut dikeroyok kemudian memanggil kelompoknya melalui RS. Setelah itu, RS disebut memerintahkan seseorang berinisial N yang disebut sebagai ajudannya untuk menghabisi seorang anak jalanan.
Pengirim pesan juga menyebutkan bahwa kemudian terjadi perkelahian di kawasan Taman Bunga dan N sempat mengalami luka tusuk pada bagian leher. Selanjutnya, korban disebut diculik dan dihajar di dalam mobil. Bahkan, menurut klaim tersebut, jasad korban sempat dibawa ke kawasan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, sebelum akhirnya diperintahkan untuk dibawa ke rumah sakit.
Selain itu, pengirim pesan menduga terdapat informasi yang belum tersaji secara utuh kepada publik terkait peristiwa tersebut. Ia juga berharap seluruh fakta yang sebenarnya dapat diungkap agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Pengirim pesan turut menyampaikan dugaan bahwa terdapat upaya untuk membatasi penyebaran informasi terkait kasus tersebut agar tidak berkembang lebih luas di ruang publik.
Namun demikian, seluruh informasi yang disampaikan pengirim pesan tersebut masih berupa klaim dan belum dapat diverifikasi secara independen. Informasi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi yang disampaikan dalam pesan tersebut.
Karena itu, Sinata.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut untuk menjaga akurasi, keberimbangan, dan prinsip jurnalistik dalam pemberitaan. (SN7)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.