MENU
Pesawat ATR 42-500 IAT Hilang Kontak di Maros, 400 Personel SAR Dikera...
WA FB
Hukum & Peristiwa

Pesawat ATR 42-500 IAT Hilang Kontak di Maros, 400 Personel SAR Dikerahkan

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Jan 2026 | 21:23 WIB
Pesawat ATR 42-500 IAT Hilang Kontak di Maros, 400 Personel SAR Dikerahkan
Rekaman rute penerbangan pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport di Maros. (mi)

Maros, Sinata.id — Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) diduga kuat jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 400 personel untuk melakukan pencarian intensif di kawasan pegunungan.

Dilansir detikSulsel, Sabtu (17/1/2026), sekitar pukul 19.00 Wita, posko pencarian yang berada di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bantimurung, mulai dipadati personel gabungan dari berbagai instansi. Sejumlah warga juga terlihat memadati area sekitar posko.

Akses jalan menuju posko pencarian mengalami kepadatan lalu lintas akibat banyaknya kendaraan operasional dari berbagai instansi yang terlibat. Sementara itu, helikopter milik TNI tampak beberapa kali terbang rendah untuk melakukan pemantauan udara di sekitar lokasi pencarian.

Fokus Pencarian di Gunung Bulusaraung

Komandan Tim SAR Basarnas, Andi Sultan, mengatakan total sekitar 400 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian pesawat tersebut. Fokus pencarian mengarah ke kawasan Gunung Bulusaraung, yang berada di wilayah perbatasan Maros dan Pangkep.

“Sekitar 400 orang tim SAR gabungan ikut mencari,” ujar Andi Sultan kepada wartawan di posko pencarian.

Ia menjelaskan bahwa sebagian tim akan bergerak menuju wilayah Kabupaten Pangkep untuk memperluas area pencarian. Namun, posko utama tetap berada di Kecamatan Bantimurung, Maros.

“Kita akan menuju ke Pangkep untuk pencarian di Gunung Bulusaraung, tapi posko pencarian tetap di sini,” jelasnya.

Pesawat Angkut 11 Orang

Basarnas Makassar menyebutkan, pesawat ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta–Makassar tersebut membawa 11 orang, yang terdiri atas kru dan penumpang.

“Jumlah penumpang pesawat tersebut sebanyak 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang,” kata Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Saat ini, tim SAR gabungan telah bergerak menuju titik koordinat yang diberikan AirNav Indonesia, yakni di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, yang menjadi lokasi terakhir pesawat terdeteksi sebelum hilang kontak.

“Saat ini kami menuju ke lokasi yang diberikan koordinat dari AirNav sekitar Leang-leang,” ungkapnya.

Pesawat tersebut diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 Wita.

Pengerahan Tim Bertahap

Menurut Andi Sultan, tim SAR telah diberangkatkan secara bertahap. Sortir pertama terdiri atas sejumlah personel untuk melakukan asesmen awal di lokasi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.