Simalungun, Sinata.id - Polres Simalungun menyatakan sedang memburu sosok bandar judi togel berinisial AK yang diduga mengendalikan jaringan perjudian di sejumlah kecamatan. Penyelidikan dilakukan melalui tim khusus bentukan Kapolres AKBP Marganda Aritonang sebagai respons atas sorotan publik terkait maraknya praktik togel di Simalungun.
Penyelidikan terhadap figur berinisial AK disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba. Menurut dia, data awal sudah dikantongi dan kini dalam tahap pengembangan oleh tim di lapangan.
"Kami sudah punya data dan sedang mengembangkannya. Siapa pun orangnya, sekuat apa pun jaringannya, kami akan tangkap dan proses hukum," katanya pada Rabu (4/2/2026).
Isu keberadaan bandar berinisial AK mencuat setelah sejumlah pemberitaan dan kritik dari organisasi masyarakat, termasuk Ikatan Jurnalis Raya Simalungun (IJRS) dan Pertina Kabupaten Simalungun, yang menyoroti dugaan aktivitas togel di beberapa kecamatan serta mendesak aparat untuk menangkapnya.
Menindaklanjuti hal itu, Kapolres membentuk tim khusus yang bekerja langsung di bawah kendalinya. Tim diberi mandat melakukan penyelidikan tertutup, pengumpulan bukti, dan penindakan jika unsur pidana terpenuhi. Seluruh Kapolsek di jajaran Polres Simalungun juga diperintahkan meningkatkan pengawasan wilayah masing-masing.
"Kapolres telah memerintahkan penindakan secara tegas terhadap semua bentuk perjudian di wilayah hukum Polres Simalungun. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Kami siap berantas tuntas," ujar Verry.
Kasat Reskrim AKP Herison Manulang mengatakan unit operasional sudah digerakkan untuk menelusuri dugaan jaringan dan pola operasinya. Proses penindakan, kata dia, dilakukan berbasis bukti agar perkara dapat diproses hingga persidangan.
"Kami akan menindak tegas segala bentuk perjudian. Seluruh personel Opsnal telah kami kerahkan untuk terus melakukan penyelidikan dan segera menindak sesuai undang-undang jika terbukti," katanya.
Ia menjelaskan, penyidik lebih dulu mengumpulkan bukti melalui operasi intelijen sebelum melakukan penangkapan. Pendekatan itu dipilih untuk memastikan perkara tidak gugur secara hukum.
"Kami bekerja dengan metode yang profesional. Tidak asal tangkap tanpa bukti kuat. Kami kumpulkan dulu bukti yang cukup agar penindakan kami tidak sia-sia di pengadilan," katanya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.