MENU
Polisi Bongkar Markas Persiapan Penipuan Siber Internasional di Bali
WA FB
Hukum & Peristiwa

Polisi Bongkar Markas Persiapan Penipuan Siber Internasional di Bali

T Editor : Tigor Munthe | 16 May 2026 | 15:43 WIB
Polisi Bongkar Markas Persiapan Penipuan Siber Internasional di Bali
scam-bali

DENPASAR, Sinata.id — Aparat kepolisian membongkar sebuah guest house di kawasan Kuta, Bali, yang diduga dijadikan markas persiapan operasi penipuan siber lintas negara atau scamming internasional.

Penggerebekan dilakukan tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar di sebuah bangunan di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta, pada 28 April 2026.

Awalnya, operasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyekapan warga negara Filipina yang disampaikan Kedutaan Besar Filipina melalui Atase Kepolisian.

Namun saat tiba di lokasi, polisi justru menemukan indikasi aktivitas kejahatan siber terorganisir.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, mengatakan kondisi bangunan menunjukkan adanya persiapan serius untuk menjalankan operasi penipuan daring internasional.

“Saat tiba di lokasi, tim segera melakukan lokalisir dan pendataan. Namun, situasi di lapangan menunjukkan indikasi yang jauh lebih kompleks dari sekadar penyekapan,” ujar Leonardo, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, kamar-kamar di lantai dua telah dimodifikasi menjadi ruang kerja. Tempat tidur disingkirkan dan diganti dengan meja serta lemari layaknya kantor operasional.

“Kamar-kamar di lantai dua bangunan tersebut telah dirombak. Tempat tidur disingkirkan untuk dialihfungsikan menjadi ruang kantor yang dilengkapi dengan meja-meja dan lemari,” katanya dikutip dari CNA, Sabtu (16/5/2026,).

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 30 orang yang terdiri dari 26 warga negara asing (WNA) dan 4 warga negara Indonesia (WNI). Para WNA tersebut berasal dari lima negara, yakni: 12 warga Filipina 5 warga China 4 warga Taiwan 4 warga Kenya 1 warga Malaysia.

Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk mendukung operasi penipuan siber.

Barang bukti itu antara lain: komputer dan keyboard, perangkat internet satelit Starlink, bendera luar negeri, hingga atribut FBI yang diduga dipakai untuk menyamar atau meyakinkan korban.

Polisi juga menemukan dokumen fisik berisi panduan teknis dan skrip latihan penipuan.

"Para WNA yang berada di sana sedang dalam tahap persiapan untuk bekerja sebagai operator,” ungkap Leonardo.

Ia menjelaskan, dokumen tersebut berisi skenario pelatihan dengan berbagai modus kejahatan.

“Ditemukan dokumen-dokumen yang berisi naskah atau skrip skenario latihan. Modusnya mencakup kejahatan terkait persenjataan hingga narkotika skala besar sebagai bagian dari pelatihan mereka sebelum beroperasi,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.