MENU
Polisi Dalami Dugaan Hubungan Asmara AKBP Basuki dan Dosen Untag yang...
WA FB
News

Polisi Dalami Dugaan Hubungan Asmara AKBP Basuki dan Dosen Untag yang Tewas Misterius

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Nov 2025 | 17:42 WIB
Polisi Dalami Dugaan Hubungan Asmara AKBP Basuki dan Dosen Untag yang Tewas Misterius
Kmatian dosen Dwinanda Linchia Levi, semakin mencurigakan, polisi mengungkap dugaan hubungan asmara dengan AKBP Basuki. (Ist)

Sinata.id - Penyelidikan kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi, memasuki babak baru setelah polisi mengungkap dugaan hubungan asmara antara korban dan AKBP Basuki, perwira Polda Jawa Tengah yang ditemukan berada di kamar tempat jenazah dosen muda itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Polda Jateng kini memeriksa intensif Basuki, yang turut dijerat pelanggaran etik dan dipatsus 20 hari, sementara publik menyoroti serangkaian kejanggalan dalam kasus yang kian memicu pertanyaan.

Dosen muda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tanpa busana di sebuah kamar kos-hotel kawasan Gajahmungkur, penyidik kini menelusuri dugaan relasi pribadi antara korban dan perwira menengah Polda Jawa Tengah, AKBP Basuki.

Informasi soal kemungkinan adanya hubungan kedekatan itu mencuat setelah penyidik Ditreskrimum Polda Jateng berbicara dengan mahasiswa kampus tempat korban mengajar.

“Ini baru kami ketahui dari mahasiswa,” ujar Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio, Kamis (20/11/2025).

Polda Jateng meminta masyarakat yang mengetahui rangkaian peristiwa sebelum kematian dosen tersebut untuk segera melapor.

"Sedang kami dalami hubungan sebenarnya antara keduanya," tegas Dwi.

AKBP Basuki Jadi Saksi Kunci Sekaligus Terperiksa

Penemuan jenazah Levi pada Senin (17/11/2025) memicu perhatian publik.

Pasalnya, sosok pertama yang melapor ke polisi justru AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Samapta Polda Jateng, yang saat itu berada satu kamar dengan korban.

Basuki mengaku sedang “mendampingi” Levi sejak Minggu (16/11/2025) lantaran kondisi kesehatan korban menurun.

Ia mengaku terkejut ketika mendapati Levi sudah tidak bernyawa keesokan pagi.

Namun penjelasan tersebut justru memunculkan banyak pertanyaan baru, terutama soal hubungan pribadi mereka.

Keterangan administrasi turut menguak fakta lain, korban dan Basuki tercatat tinggal di alamat yang sama dan masuk dalam satu Kartu Keluarga (KK).

AKBP Basuki Dipatsus 20 Hari

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng tak menunggu lama.

Setelah menggelar pemeriksaan internal yang melibatkan Itwasda, Biro SDM, dan Bidkum, Propam menyimpulkan Basuki melakukan pelanggaran etik berat, yakni tinggal satu atap dengan seorang perempuan tanpa ikatan perkawinan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.