“Sebaiknya dilakukan analisis laboratorium. Tanpa itu, masyarakat bisa bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi. Jangan sampai ada kesan penyelidikan dihentikan tanpa dasar ilmiah yang kuat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mendesak agar Kepolisian Daerah Sumatera Utara, khususnya Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, turun tangan menyikapi perkara ini secara langsung. Mereka menilai perlunya penanganan lebih lanjut di tingkat Polda untuk menjamin objektivitas penyelidikan dan menghindari kecurigaan publik.
“Ini bukan sekadar masalah administratif. Ini menyangkut keselamatan lingkungan dan hak masyarakat untuk hidup di lingkungan yang sehat,” ucap warga lainnya. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.