MENU
Prabowo Dijadwalkan Terbang ke Rusia
WA FB
Nasional

Prabowo Dijadwalkan Terbang ke Rusia

Admin SINATA.ID Editor : Admin SINATA.ID | 10 Jun 2026 | 16:47 WIB
Prabowo Dijadwalkan Terbang ke Rusia
Prabowo Subianto ke Rusia. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id  – Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang akan digelar di Kazan, Rusia, pada 17 Juni 2026.

Jika kunjungan tersebut terealisasi, maka ini akan menjadi kunjungan keempat Prabowo ke Rusia dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno mengatakan, Prabowo direncanakan berangkat ke Rusia untuk menghadiri pertemuan yang mempertemukan para pemimpin negara ASEAN dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selaku tuan rumah.

“KTT ASEAN dengan Rusia? Ya, di Kazan ya, tanggal 17,” ujar Havas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, Havas menyebut rincian agenda Presiden selama berada di Rusia masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Sekretariat Presiden.

“Kita lagi nunggu agendanya dari sekretariat,” katanya.

Apabila terlaksana, Rusia akan menjadi salah satu negara yang paling sering dikunjungi Presiden Prabowo sejak menjabat sebagai kepala negara.

Sebelumnya, Prabowo melakukan kunjungan ke St. Petersburg, Rusia, pada 18–20 Juni 2025.

Selanjutnya, Presiden kembali bertemu Vladimir Putin di Moskow pada 10 Desember 2025 dan 13 April 2026.

Perkuat Kerja Sama Strategis Hubungan Indonesia dan Rusia dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya di sektor energi dan teknologi strategis.

Dalam pertemuan terakhir pada April 2026, Prabowo dan Putin melakukan pembicaraan selama sekitar lima jam yang terdiri atas pertemuan bilateral dan pertemuan empat mata.

Dari pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah kerja sama jangka panjang di sektor energi, mulai dari ketahanan energi minyak dan gas bumi, hilirisasi industri, transisi energi, biodiesel, bioetanol, hingga kerja sama penyediaan pupuk.

Pembahasan juga mencakup dampak situasi geopolitik global, termasuk perkembangan di kawasan Timur Tengah yang berpengaruh terhadap kebutuhan energi dan pangan dunia.

Selain energi, Rusia juga menawarkan perluasan kerja sama di bidang pertahanan, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga antariksa.

Pemerintah Indonesia pun mulai menjajaki peluang kerja sama antariksa yang lebih konkret, termasuk kemungkinan mengirim peserta Indonesia untuk mengikuti program pelatihan kosmonot Rusia.

Presiden Prabowo sebelumnya menilai kemampuan suatu negara untuk mengirim manusia maupun perangkat ke orbit merupakan salah satu indikator kemajuan teknologi nasional.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.