MENU
Prabowo Dorong Pendidikan Vokasional untuk Putus Rantai Kemiskinan
WA FB
Nasional

Prabowo Dorong Pendidikan Vokasional untuk Putus Rantai Kemiskinan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 06 Nov 2025 | 11:32 WIB
Prabowo Dorong Pendidikan Vokasional untuk Putus Rantai Kemiskinan
Menko PMK Pratikno. dok setneg

Jakarta, Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru pembangunan nasional: pendidikan harus menjadi senjata utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Dalam rapat terbatas bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/11/2025), Presiden memerintahkan agar program pengentasan kemiskinan difokuskan pada dua langkah strategis — penguatan pendidikan vokasional dan pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menjelaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi kini menjadi prioritas utama.

Dijelaskan, pemerintah ingin memastikan lulusan sekolah di Indonesia tidak lagi terjebak dalam jurang pengangguran akibat ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Pendidikan vokasional akan menjadi prioritas utama. Kita harus memadukan antara sisi suplai pendidikan dengan sisi permintaan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” tegas Pratikno usai rapat.

Langkah ini, kata dia, tidak hanya untuk mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat menengah bawah. Presiden menilai, pendidikan yang hanya berorientasi akademis tanpa keahlian praktis telah lama gagal menjawab tantangan kemiskinan struktural.

Selain kemampuan teknis, Prabowo juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya. Keduanya dianggap sebagai prasyarat agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Ini bukan sekadar menyiapkan pekerja pabrik atau buruh kasar. Presiden ingin SDM Indonesia juga siap di sektor teknologi tinggi dan tenaga profesional lintas negara,” ujarnya.

Kebijakan ini mencerminkan paradigma baru pendidikan yang tidak hanya menyiapkan siswa untuk bekerja, tetapi juga untuk beradaptasi dan berinovasi di tengah dinamika ekonomi dunia.

Tidak berhenti di penguatan vokasi, Prabowo juga menginstruksikan pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Model ini dirancang untuk menyatukan jenjang pendidikan dasar hingga menengah (SD, SMP, SMA, dan SMK) dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap.

Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan pusat pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan. Mulai dari laboratorium sains, bengkel vokasional, hingga fasilitas olahraga dan seni akan disediakan di satu lingkungan terpadu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.